Sampang (beritajatim.com) – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, nilai sapi kurban di pasaran di Kabupaten Sampang, mulai mengalami kenaikan. Kondisi tersebut diungkapkan sejumlah penduduk nan hendak membeli hewan kurban meski bulan Dzulhijjah belum tiba.
Salah seorang warga, Koddas penduduk asal Sampang mengakui bahwa nilai sapi saat ini sudah lebih mahal dibandingkan hari-hari biasa.
Meski demikian, dirinya tetap membeli sapi nan dinilai telah memenuhi syarat untuk dijadikan hewan kurban.
“Meski belum masuk bulan Dzulhijjah, nilai sapi sudah mulai naik. Tadi saya diantar sepupu untuk membeli sapi. Walaupun ukurannya tidak terlalu besar, harganya sudah agak mahal. Tapi nan krusial sudah memenuhi syarat untuk kurban,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Penjual hewan kurban di Kabupaten Sampang.Sementara itu, seorang pedagang sapi asal Kecamatan Kedungdung, Mattawi, membenarkan bahwa nilai sapi mulai merangkak naik lantaran meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Idul Adha.
“Kalau istilah orang Madura, sudah mulai masuk ‘preman nah sapi’, jadi nilai sapi perlahan naik lantaran banyak nan mulai mencari untuk kurban meski tetap jauh-jauh hari,” katanya.
Menurutnya, kenaikan nilai umumnya terjadi pada sapi nan telah memenuhi kriteria hewan kurban, terutama sapi nan cukup umur.
“Yang mulai mahal itu sapi nan sudah memenuhi syarat, seperti giginya sudah tanggal alias berganti sendiri. Orang sini biasanya menyebutnya ‘apongkak’,” jelasnya.
Diketahui, dalam pandangan fiqih, hewan nan dapat dijadikan kurban kudu memenuhi beberapa syarat, di antaranya sehat dan tidak cacat, cukup umur nan biasanya ditandai dengan pergantian gigi, hewan nan bisa dijadikan kurban semisal domba dan sapi serta bukan hasil curian. [sar/but]
21 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·