Ringkasan Berita:
- PMII STKIP PGRI Bangkalan mengkritik penyelenggaraan Festival Bangkalan Waktu Ngopi oleh Dishub Bangkalan.
- Mahasiswa meminta Dishub memprioritaskan penyelesaian persoalan parkir, PJU, dan pengawasan lampau lintas.
- Dishub menegaskan pagelaran tidak mengganggu tugas utama dan tidak menggunakan anggaran APBD.
- Kegiatan Bangkalan Waktu Ngopi digelar pada 12–14 Juni 2026 melalui kerja sama dengan event organizer.
Bangkalan (beritajatim.com) – Pengurus Komisariat PMII STKIP PGRI Bangkalan mengkritik penyelenggaraan pagelaran Bangkalan Waktu Ngopi nan bakal digelar Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bangkalan pada 12–14 Juni 2026. Organisasi mahasiswa tersebut menilai Dishub semestinya lebih memprioritaskan penyelesaian beragam persoalan transportasi dan pelayanan publik nan hingga sekarang tetap dikeluhkan masyarakat.
Ketua Komisariat PMII STKIP PGRI Bangkalan, Husnul, mengatakan tetap banyak pekerjaan rumah nan perlu segera dituntaskan Dishub, mulai dari penataan parkir, khususnya parkir berlangganan, banyaknya penerangan jalan umum (PJU) nan tidak berfungsi, hingga pengawasan lampau lintas dan operasional bus pariwisata di sejumlah ruas jalan.
Menurutnya, persoalan-persoalan tersebut berakibat langsung terhadap kenyamanan dan keselamatan masyarakat sehingga semestinya menjadi prioritas utama lembaga terkait.
“Seharusnya Dishub melakukan langkah nan lebih konkret untuk mengoptimalkan tugas pokok dan fungsinya serta melakukan pembenahan terhadap beragam persoalan nan tetap terjadi di Kabupaten Bangkalan,” ujar Husnul.
Husnul menilai pagelaran nan mengusung konsep budaya ngopi, hiburan, kreativitas, dan pemberdayaan UMKM itu tidak mempunyai keterkaitan langsung dengan tugas pokok dan kegunaan Dinas Perhubungan.
Karena itu, mereka mempertanyakan urgensi penyelenggaraan aktivitas tersebut di tengah tetap banyaknya persoalan transportasi nan belum terselesaikan.
Husnul mengaku, pada bulan lampau PMII STKIP PGRI Bangkalan juga telah melakukan audiensi dengan Dishub untuk menyampaikan sejumlah keluhan masyarakat mengenai parkir, PJU, dan pengawasan lampau lintas.
“Dalam audiensi tersebut, Dishub menyatakan bakal menindaklanjuti beragam masukan nan disampaikan. Namun nan muncul justru aktivitas nan menurut kami tidak relevan dengan tupoksi Dishub,” ucapnya.
Menanggapi kritik tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bangkalan, Moh Hasan Faisol, menegaskan bahwa penyelenggaraan pagelaran Bangkalan Waktu Ngopi tidak mengganggu penyelenggaraan tugas utama Dishub.
Menurutnya, aktivitas tersebut juga membawa pesan mengenai pentingnya beristirahat bagi para pengemudi demi menjaga konsentrasi saat berkendara.
“Persiapan sesempurna apa pun jika kita tidak ngopi, tidak rehat sejenak, pasti ada nan kurang fokus. Pasti ada hal-hal nan bisa merugikan pengemudi lain maupun pengguna jalan lainnya,” kata Faisol saat dikonfirmasi, Kamis (11/6/2026).
Terkait sorotan mengenai banyaknya PJU nan meninggal dan persoalan lainnya, Faisol meminta agar laporan nan disampaikan disertai info nan jelas sehingga dapat segera ditindaklanjuti.
“Masalah PJU nan mana nan mati? Coba datanya diperlihatkan. Jangan asal menyampaikan,” ujarnya.
Faisol juga membantah dugaan bahwa pagelaran tersebut menggunakan anggaran pemerintah daerah. Ia memastikan aktivitas itu sepenuhnya diselenggarakan oleh pihak ketiga melalui kerja sama dengan event organizer (EO).
“Bangkalan Waktu Ngopi tidak ada anggaran dari Dishub,” tegasnya.
Menurut Faisol, seluruh kebutuhan aktivitas ditanggung oleh sponsor nan dihimpun penyelenggara sehingga tidak menggunakan APBD maupun anggaran operasional Dinas Perhubungan.
“Penyelenggaraannya oleh EO. Sumber dananya dari sponsor nan dikelola oleh EO,” jelasnya. [sar/beq]
8 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·