Ringkasan Berita:
- Bursa Kepala Bappeda Jatim mengerucut pada dua nama menjelang pelantikan pejabat eselon II Pemprov Jawa Timur.
- Sebanyak sembilan kedudukan ketua tinggi pratama di lingkungan Pemprov Jatim tetap kosong dan segera diisi.
- Kepala Bappeda menjadi posisi paling strategis lantaran masuk dalam Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
- BKD Jatim belum memastikan agenda pelantikan dan meminta publik menunggu waktu pelaksanaannya.
Surabaya (beritajatim.com) – Pelantikan pejabat ketua tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur diperkirakan bakal segera digelar. Berdasarkan info nan dihimpun beritajatim.com, terdapat sembilan kedudukan eselon II setingkat kepala dinas, kepala badan, kepala biro, hingga staf mahir gubernur nan hingga sekarang tetap kosong dan belum terisi secara definitif.
Informasi nan diperoleh menyebut pelantikan kemungkinan bakal dilaksanakan dalam waktu dekat di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Dari sembilan kedudukan tersebut, posisi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur menjadi nan paling menarik perhatian lantaran merupakan salah satu kedudukan paling strategis di lingkungan Pemprov Jatim.
Saat ini kedudukan Kepala Bappeda Jatim tetap dijabat oleh pelaksana tugas (Plt) M Yasin nan juga merangkap sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jawa Timur.
Menurut pengamatan beritajatim.com, Kepala Bappeda merupakan kedudukan nan tidak bisa diisi sembarang orang. Selain bertanggung jawab menyusun arah pembangunan daerah, Kepala Bappeda juga menjadi bagian dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sehingga memerlukan figur nan mempunyai keahlian teknokratis, komunikasi politik, sekaligus mendapat kepercayaan penuh dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Sedikitnya ada lima nama nan dinilai layak masuk bursa Kepala Bappeda Jatim. Mereka adalah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim Iwan, Inspektur Provinsi Jatim Hendro Gunawan, Kepala BPSDM Jatim Ramliyanto, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim Muhammad Isa Anshori, serta Kepala Dinas Perhubungan Jatim Nyono.
Selain lima nama tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai juga sempat disebut sebagai “kuda hitam” nan berkesempatan mengisi posisi Kepala Bappeda. Namun, berasas info terakhir nan diterima beritajatim.com, Aries diperkirakan tetap dipertahankan Gubernur Khofifah sebagai Kepala Dinas Pendidikan.
Dari lima nama nan masuk bursa, info nan diperoleh beritajatim.com menyebut persaingan sekarang mulai mengerucut kepada dua kandidat, ialah Kepala Disperindag Jatim Iwan dan Inspektur Provinsi Jatim Hendro Gunawan.
Salah seorang pejabat di lingkungan Pemprov Jatim menilai Hendro mempunyai kelebihan dalam membangun komunikasi politik lantaran pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Surabaya. Pengalaman tersebut dinilai krusial mengingat Kepala Bappeda kudu bisa menjembatani komunikasi antara pemerintah provinsi dengan 120 personil DPRD Jawa Timur.
“Pak Hendro lebih berilmu dalam perihal komunikasi politik, lantaran juga pernah jadi Sekkota Surabaya. Kepala Bappeda kudu bisa menjembatani kepentingan pemprov dengan 120 personil DPRD Jatim. Pak Hendro lebih kapabel dibandingkan Pak Iwan. Pak Iwan kelebihannya adalah ‘Sunda Connection’. Sama-sama berdarah Sunda dengan Pak Sekdaprov Adhy Karyono. Selain itu, Pak Hendro juga dianggap sebagai ‘pejabat naturalisasi’ nan bukan original Pemprov Jatim, dan berasal dari Pemkot Surabaya,” jelas salah seorang pejabat Pemprov Jatim kepada beritajatim.com, Kamis (11/6/2026).
Selain kedudukan Kepala Bappeda, terdapat delapan kedudukan lain nan tetap kosong. Posisi tersebut meliputi Plt Asisten Administrasi Umum (Asisten III) nan saat ini tetap dijabat Akhmad Jazuli, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim nan kosong setelah Aris Mukiyono ditahan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dalam kasus dugaan pungutan liar perizinan, Kepala Dinas Perkebunan Jatim, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Jatim nan saat ini tetap dijabat Plt I Nyoman Gunadi.
Dua kedudukan Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) juga belum terisi, ialah Kepala Bakorwil Pamekasan nan ditinggalkan Dra. Sufi Agustini, M.Si., dan Kepala Bakorwil Jember nan kosong setelah ditinggalkan Nana Fadjar Prijantoro lantaran sakit. Untuk sementara, Bakorwil Pamekasan dirangkap oleh Sufi Agustini nan juga menjabat Kepala DP3AK Jatim, sedangkan Bakorwil Jember dijabat Imam Hidayat sebagai pelaksana tugas.
Selain itu, terdapat dua posisi Staf Ahli Gubernur nan tetap kosong, ialah Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan setelah Nurkholis dipercaya menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim serta Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM nan kosong setelah Budi Raharjo dipindahkan menjadi Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik.
Berdasarkan info nan diterima beritajatim.com, sejumlah kedudukan diperkirakan bakal diisi melalui promosi pejabat internal. Kepala Dinas ESDM Jatim diprediksi bakal dijabat Aftabuddin Rijaluzzaman nan saat ini menjabat Kepala Biro Perekonomian sekaligus Plt Kepala Dinas ESDM.
Apabila prediksi tersebut terealisasi, posisi Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Jatim diperkirakan bakal diisi Andrio Himawan Wahyu Aji nan saat ini menjabat Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam Bappeda Jatim.
Sementara itu, kedudukan Kepala Dinas PU SDA Jatim diprediksi bakal diisi I Nyoman Gunadi nan saat ini menjabat Plt Kepala Dinas PU SDA sekaligus Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya. Selanjutnya, posisi Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Jatim diperkirakan bakal diisi Arif Endro Utomo nan sekarang menjabat Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdaprov Jatim.
Adapun empat kedudukan lainnya, ialah dua staf mahir gubernur dan dua kepala Bakorwil, disebut bakal diisi melalui sistem open bidding alias seleksi terbuka.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur, Indah Wahyuni, belum memastikan kapan pelantikan pejabat eselon II bakal dilaksanakan. Saat dikonfirmasi beritajatim.com, dia hanya memberikan jawaban singkat.
“Tunggu saja waktunya,” ujarnya. [tok/beq]
11 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·