OKK PWI Sumenep Digelar Daring, Jadi Terobosan Pertama di Jawa Timur dan Nasional

Sedang Trending 18 jam yang lalu

Ringkasan Berita:

  • Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Sumenep menggelar OKK secara daring melalui Zoom, menjadi nan pertama di Jawa Timur apalagi nasional.
  • PWI Jawa Timur menilai penyelenggaraan OKK online ini sebagai penemuan efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas pembekalan wartawan.
  • OKK menghadirkan pemateri dari PWI Pusat dan PWI Jawa Timur dengan materi komplit seputar etika, UU Pers, hingga kompetensi wartawan.

Sumenep (beritajatim.com) – Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Sumenep menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) pada Kamis (18/6/2026) dengan format berbeda dari biasanya.

Untuk pertama kalinya, aktivitas pembekalan calon personil ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom, dengan pemateri berasal dari Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Jawa Timur dan Persatuan Wartawan Indonesia Pusat.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Jawa Timur, Luthfil Hakim, mengatakan bahwa penyelenggaraan OKK secara daring ini merupakan nan pertama dilakukan, baik di tingkat Jawa Timur maupun nasional. Selama ini, OKK selalu digelar secara tatap muka alias luring.

“OKK melalui zoom baru pertama kali ini dilakukan. Di Jawa Timur, apalagi di tingkat nasional. Ya baru sekarang ini OKK lewat zoom, nan digagas PWI Sumenep. Memang imajinatif teman-teman PWI Sumenep ini dalam menyiasati efisiensi anggaran,” katanya sembari tertawa.

Meski dilakukan secara daring, Luthfil menegaskan agar peserta tetap mengikuti aktivitas dengan serius. Ia menekankan bahwa materi nan disampaikan mempunyai peran krusial dalam membekali calon wartawan agar memahami tugas dan tanggung jawab profesi.

“Pemateri OKK kali ini bukan hanya dari PWI Jawa Timur, tapi dari PWI Pusat juga. Jadi meski lewat zoom, jangan sampai menurunkan kualitas,” tandasnya.

Ia juga menegaskan bahwa OKK merupakan bagian krusial dari proses kaderisasi organisasi. Melalui aktivitas ini, calon personil dibekali pemahaman menyeluruh tentang nilai dasar jurnalistik serta tanggung jawab sebagai personil organisasi pekerjaan wartawan.

Menurutnya, organisasi nan kuat kudu ditopang oleh personil nan kompeten dan berintegritas. Oleh lantaran itu, proses rekrutmen dan pembinaan personil kudu dilakukan secara terukur untuk menjaga kualitas organisasi.

“PWI memerlukan wartawan nan profesional, kompeten, dan mempunyai integritas. Karena itu setiap calon personil kudu mengikuti proses nan telah ditetapkan organisasi,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Sumenep, Faisal Warid, menyampaikan apresiasi kepada PWI Jawa Timur atas support dan fasilitasi sehingga OKK dapat terlaksana secara daring.

“Kami bangga bisa melaksanakan OKK. Ini OKK angkatan pertama nan diselenggarakan PWI Sumenep. Terima kasih PWI Jatim nan memfasilitasi penyelenggaraan OKK melalui zoom, mengingat ini pertama kalinya di Jawa Timur sebagai corak efisiensi anggaran,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa OKK bukan sekadar proses administratif untuk menjadi personil organisasi, melainkan juga sarana penguatan kompetensi calon wartawan.

“OKK bukan hanya formalitas untuk mendapatkan kartu anggota. Melalui aktivitas ini, calon personil dibekali dan diukur, sejauh mana pemahamannya terhadap pekerjaan wartawan dan organisasi PWI,” ujarnya.

Kegiatan OKK ini menghadirkan dua narasumber utama, ialah Wakil Ketua Bidang Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia Pusat Djoko Tetuko Abdul Latif serta Wakil Ketua Bidang Pendidikan Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Jawa Timur Wahyu Kuncoro.

Dalam pemaparannya, para narasumber membahas secara komprehensif beragam aspek krusial bumi jurnalistik, mulai dari Undang-Undang Pers, kemerdekaan pers, perlindungan pers, Kode Etik Jurnalistik, AD/ART PWI, PPRA, PPMS, delik pers, asas prasangka tak bersalah, hingga jenjang kompetensi wartawan. [tem/suf]

Selengkapnya
Sumber Berita Jatim
Berita Jatim
↑