Munas-Konbes 2026 Siap Digelar, 400 Personel Banom NU Disiagakan di Pondok Al Falah Kediri

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Ringkasan Berita

Persiapan Munas dan Konbes NU 2026 disebut telah mencapai 95 persen.

Sebanyak 400 personel Banom NU disiapkan untuk pengamanan acara.

Empat ring pengamanan diterapkan di area Ponpes Al Falah Ploso.

Presiden Prabowo Subianto direncanakan datang saat penutupan di Bangkalan.

Kediri (beritajatim.com) – Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Pondok Pesantren Al Falah Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, dipastikan nyaris siap digelar. Panitia menyebut persiapan aktivitas nan menjadi forum tertinggi kedua setelah Muktamar NU itu telah mencapai 95 persen.

Untuk mendukung kelancaran acara, sebanyak 400 personel dari beragam Badan Otonom (Banom) NU bakal diterjunkan dengan sistem pengamanan berlapis. Selain internal NU, pengamanan juga melibatkan sinergi berbareng TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan.

Persiapan Munas dan Konbes Capai 95 Persen

Wakil Ketua Seksi Keamanan Munas dan Konbes NU 2026, Muchamad Nabil Haroen, mengatakan seluruh panitia terus melakukan pematangan menjelang penyelenggaraan agenda nasional tersebut. Menurut laki-laki nan juga menjabat Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa itu, hasil rapat koordinasi terakhir menunjukkan seluruh aspek utama penyelenggaraan nyaris rampung.

“Insya Allah dari hasil rakor terakhir, persiapan nan dilakukan panitia sudah mencapai 95 persen siap,” ujarnya kepada wartawan di Kediri, pada Jumat (19/6/2026). Panitia optimistis seluruh kebutuhan teknis maupun nonteknis dapat diselesaikan sebelum pembukaan acara.

400 Personel Banom NU Disiagakan

Untuk aspek keamanan, panitia menyiapkan kekuatan internal NU nan berasal dari beragam Banom. Personel pengamanan terdiri dari unsur Gerakan Pemuda Ansor, Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Pagar Nusa, Pasukan Inti Pagar Nusa, CBP IPNU, KPP IPPNU, hingga Garda Fatayat NU.

Secara keseluruhan terdapat sekitar 400 personel nan bakal diterjunkan selama rangkaian aktivitas berlangsung.

“Untuk internal NU ada dari Ansor, Banser, Pagar Nusa, Pasukan Inti, CBP IPNU, KPP IPPNU dan Garda Fatayat. Total kurang lebih 400 personel nan bakal diterjunkan,” kata Gus Nabil Haroen.

Khusus dari Pagar Nusa, sebanyak 160 personel disiapkan untuk mendukung pengamanan di beragam titik kegiatan. Personel tersebut sebagian besar berasal dari wilayah Jawa Timur nan menjadi pedoman utama penyelenggaraan acara.

Empat Ring Pengamanan Disiapkan

Panitia menerapkan empat lapis alias empat ring pengamanan untuk memastikan seluruh agenda berjalan kondusif dan tertib. Selain pengamanan terbuka, masing-masing Banom juga menyiapkan sistem pengamanan tertutup untuk mengantisipasi beragam kemungkinan nan tidak diinginkan.

“Ada empat ring pengamanan. Di masing-masing banom juga sudah menyiapkan pengamanan tertutup jika ada hal-hal nan tidak diinginkan terjadi,” jelasnya.

Meski demikian, panitia berambisi seluruh rangkaian aktivitas dapat melangkah kondusif tanpa adanya gangguan berarti.

Waspadai Dinamika Pembahasan Organisasi

Menurut Gus Nabil Haroen, hingga saat ini tidak terdapat potensi gangguan serius nan menakut-nakuti penyelenggaraan Munas dan Konbes. Namun, panitia tetap mencermati dinamika obrolan nan berkembang menjelang forum berlangsung, terutama mengenai pembahasan reformasi organisasi dan wacana Ahlu Halli wal Aqdi (Ahwa).

“Yang sedang menghangat itu obrolan pemilihan Ahlu Halli wal Aqdi nan nantinya bakal memilih Rais Aam,” ujarnya.

Selain itu, sejumlah Banom dan Pengurus Wilayah NU disebut mengusulkan beragam pendapat pembaruan organisasi nan bakal dibahas dalam Komisi Organisasi. Usulan tersebut antara lain berangkaian dengan penguatan posisi dan peran badan otonom dalam struktur organisasi NU ke depan.

Munas Jadi Forum Strategis Menuju Muktamar

Munas dan Konbes NU 2026 mempunyai posisi krusial dalam struktur organisasi Nahdlatul Ulama. Forum ini merupakan permusyawaratan tertinggi kedua setelah Muktamar dan menjadi ruang pembahasan beragam rumor strategis organisasi maupun keagamaan.

Berbagai materi nan dibahas nantinya bakal menjadi bahan untuk dibawa dan disahkan pada Muktamar NU mendatang. Agenda pembahasan mencakup Komisi Organisasi, Komisi Rekomendasi, serta Bahtsul Masail nan membahas beragam persoalan keagamaan kontemporer.

“Ini semacam pra-muktamar. Forum tertinggi kedua setelah muktamar untuk membahas organisasi, rekomendasi, maupun bahtsul masail,” kata Gus Nabil Haroen.

Panitia Ingin Munas Terbuka untuk Warga Nahdliyin

Meski menerapkan sistem pengamanan ketat, panitia menegaskan tidak mau Munas dan Konbes berjalan secara eksklusif. Menurut dia, aktivitas ini diharapkan menjadi momentum kebersamaan bagi penduduk Nahdliyin dari beragam daerah.

“Kita mau Munas ini menjadi aktivitas nan tidak eksklusif. Kita mau ini menjadi kegembiraan bagi Nahdliyin, tetapi tetap tidak mengabaikan aspek keamanan,” ujarnya.

Karena itu, panitia berupaya menyeimbangkan antara keterbukaan aktivitas dengan kebutuhan pengamanan nan memadai.

Sinergi dengan TNI-Polri dan Antisipasi Kemacetan

Panitia juga terus berkoordinasi dengan abdi negara keamanan dan pemerintah wilayah untuk mengantisipasi beragam persoalan teknis. Kerja sama dilakukan berbareng TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan guna mengatur lampau lintas serta mencegah penumpukan kendaraan di sekitar letak acara.

Menurut Gus Nabil Haroen, kondisi akses jalan menuju area Ploso nan relatif sempit memerlukan perhatian unik selama aktivitas berlangsung.

“Kami bersinergi dengan TNI, Polri, Satpol PP, dan Dishub untuk memitigasi hal-hal nan tidak diinginkan, termasuk potensi kemacetan lantaran jalur di Ploso cukup kecil,” jelasnya.

Presiden Prabowo Direncanakan Hadir Saat Penutupan

Munas dan Konbes NU 2026 bakal dibuka di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri, dan diikuti seluruh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama dari beragam provinsi.

Hingga rapat koordinasi terakhir, sebanyak 30 Pengurus Wilayah NU dari total 38 wilayah telah menyatakan bakal hadir. Panitia optimistis seluruh wilayah bakal mengikuti forum tersebut hingga hari pelaksanaan.

Selain itu, sejumlah personil Kabinet Merah Putih juga direncanakan datang pada pembukaan acara. Nama Kapolri disebut masuk dalam daftar undangan nan tetap menunggu konfirmasi akhir.

Sementara itu, puncak penutupan Munas dan Konbes NU 2026 bakal digelar di Bangkalan, Madura. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, direncanakan bakal diundang untuk memberikan petunjuk pada aktivitas penutupan tersebut.

“Untuk Presiden direncanakan bakal diundang saat penutupan nan bakal dilaksanakan di Bangkalan. Untuk Wakil Presiden sampai saat ini belum ada informasi,” pungkas Gus Nabil Haroen. [nm/aje]

Selengkapnya
Sumber Berita Jatim
Berita Jatim
↑