Lamongan Tetapkan Status Siaga Kekeringan 2026, BPBD Siapkan Armada Air Bersih

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Ringkasan Berita:

  • Pemkab Lamongan menetapkan status Siaga Bencana Kekeringan tahun 2026.
  • Langkah dilakukan menyusul prediksi musim tandus panjang dari BMKG.
  • BPBD Lamongan menyiapkan armada tangki air bersih dan posko siaga bencana.
  • Masyarakat diminta menghemat air dan menyesuaikan pola tanam.

Lamongan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Lamongan resmi menetapkan status Siaga Bencana Kekeringan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi musim tandus panjang pada tahun 2026.

Kebijakan tersebut diambil menyusul prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika nan memprediksi musim tandus tahun ini berjalan lebih panjang dibanding kondisi normal.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Lamongan, Sugeng Widodo, mengatakan penetapan status siaga dilakukan berasas prediksi BMKG, surat info Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta pengarahan BPBD Provinsi Jawa Timur agar wilayah rawan kekeringan segera melakukan mitigasi.

“Musim tandus di Lamongan diperkirakan mulai berjalan berjenjang sejak April 2026,” ujar Sugeng, Jumat (15/5/2026).

Sugeng menjelaskan, tujuh kecamatan diprediksi mulai memasuki musim tandus pada April dasarian II, ialah Babat, Modo, Kedungpring, Karanggeneng, Laren, Maduran, dan Sekaran. Sementara Kecamatan Glagah diperkirakan mulai mengalami musim tandus pada April dasarian III.

Sedangkan 19 kecamatan lainnya diperkirakan memasuki musim tandus mulai Mei dasarian I. Puncak musim tandus diprediksi terjadi pada Agustus 2026 sehingga Kabupaten Lamongan berpotensi mengalami kekeringan cukup panjang.

Menurut Sugeng, hasil kaji sigap Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lamongan juga menunjukkan perlunya peningkatan kewaspadaan sejak dini.

“Karena itu, Bupati Lamongan menetapkan status Siaga Bencana Kekeringan melalui Keputusan Bupati,” ujarnya.

Sebagai langkah kesiapsiagaan, BPBD Lamongan telah melakukan koordinasi lintas sektor dan mengirim surat kepada organisasi perangkat daerah, UPT Kehutanan, hingga seluruh camat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau.

“Masyarakat diimbau melakukan penghematan air dan memanen air hujan untuk kebutuhan sehari-hari. Untuk sektor pertanian, petani diharapkan menyesuaikan pola dan waktu tanam dengan kondisi suasana kering,” kata Sugeng.

Selain itu, pemerintah wilayah juga berkoordinasi dengan beragam stakeholder untuk menyiapkan pengganti pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat andaikan kekeringan mulai terjadi.

Para camat diminta mengaktifkan posko siaga musibah serta melaporkan setiap kejadian dan info masyarakat terdampak kekeringan.

“BPBD Lamongan turut berkoordinasi dengan PDAM mengenai kesiapan pengedaran air bersih andaikan sewaktu-waktu dibutuhkan masyarakat terdampak kekeringan,” paparnya.

Untuk mendukung penanganan darurat, BPBD Lamongan menyiapkan lima unit armada truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter, persediaan air baku bersih sebanyak 150 rit truk tangki, serta perlengkapan pendukung seperti terpal, tandon terpal, dan jerigen.

Sebagian support terpal juga telah disalurkan ke Kecamatan Karangbinangun guna mendukung kebutuhan waduk sungai dan membantu pengairan sawah warga.

Sugeng menambahkan, Posko Kesiapsiagaan Bencana Kabupaten Lamongan juga disiagakan penuh untuk menerima laporan masyarakat mengenai potensi musibah kekeringan.

“Laporan maupun info dapat disampaikan melalui WA 085330274834 alias email [email protected],” tambahnya.

BPBD Lamongan juga terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan BPBD Provinsi Jawa Timur dalam upaya penanganan darurat musibah kekeringan.

“Kalau untuk pengedaran air bersih, belum dilaksanakan lantaran belum ada laporan terdampak kekeringan,” pungkasnya. [fak/beq]

Selengkapnya
Sumber Berita Jatim
Berita Jatim
↑