Ringkasan Berita:
- Sindikat joki UTBK kedokteran di Surabaya terbongkar setelah beraksi selama sembilan tahun.
- Psikolog menilai kejadian ini dipicu obsesi status sosial dan tekanan keluarga.
- Polisi menangkap 14 tersangka dari beragam pekerjaan termasuk mahasiswa dan dokter.
- Program studi kedokteran disebut menjadi sasaran utama praktik joki ujian.
Surabaya (beritajatim.com) – Jas putih master rupanya tetap menempati kasta tertinggi dalam pandangan sebagian masyarakat. Demi pamor dan kebanggaan keluarga, sejumlah orang tua rela mengeluarkan ratusan juta rupiah untuk menyewa sindikat joki agar anak mereka lolos masuk fakultas kedokteran.
Padahal, secara legal biaya pendidikan kedokteran juga tergolong sangat mahal. Jalur berdikari di sejumlah perguruan tinggi diketahui mematok duit pangkal mulai Rp150 juta hingga lebih dari Rp200 juta.
Pakar Psikologi Universitas Muhammadiyah Surabaya, Marini, menilai kejadian ini bukan sekadar persoalan pidana, tetapi juga mencerminkan perubahan orientasi nilai di masyarakat nan terlalu memuja status sosial.
Profesi master dinilai tidak lagi dipandang sebagai corak pengabdian, melainkan simbol keberhasilan orang tua dalam mendidik anak.
Jika dipaksakan melalui jalur curang, kondisi tersebut justru berpotensi menimbulkan tekanan mental berat bagi calon mahasiswa kedokteran nan sebenarnya belum siap secara akademik maupun psikologis.
“Kondisi ini dekat dengan impostor syndrome, ialah ketika seseorang merasa dirinya tiruan dan sewaktu-waktu bakal ketahuan tidak kompeten,” tutur Marini, Sabtu (16/5/2026).
Fenomena ambisi orang tua inilah nan disebut menjadi lahan subur bagi praktik kejahatan akademik. Beberapa waktu lalu, Unit Pidana Ekonomi Polrestabes Surabaya membongkar sindikat joki Ujian Tulis Berbasis Komputer 2026 nan diketahui telah beraksi selama sembilan tahun.
Sindikat tersebut menjalankan modus secara sistematis dengan memalsukan beragam arsip peserta mulai dari KTP, ijazah, hingga info pendaftaran daring.
Kapolrestabes Surabaya, Luthfie Sulistiawan, mengatakan para tersangka menggantikan peserta original dengan joki nan mempunyai keahlian akademik tinggi.
“Modus para tersangka ialah mengganti peserta UTBK dengan joki nan mempunyai keahlian akademik tinggi,” jelasnya.
Dalam kasus ini, polisi mengamankan 14 tersangka dari beragam latar belakang profesi, mulai mahasiswa aktif, ASN, tenaga kerja swasta, hingga dokter.
Petugas juga menyita sejumlah peralatan bukti seperti mesin pencetak kartu identitas, akta kelahiran palsu, transkrip nilai, hingga kartu family palsu.
Terbongkarnya jaringan tersebut bermulai dari kecurigaan pengawas ujian di Universitas Negeri Surabaya terhadap peserta berinisial HER.
Wajah peserta dianggap identik dengan joki pada tahun sebelumnya. Kecurigaan semakin menguat ketika pelaku tidak memahami bahasa Madura meski identitasnya tercatat berasal dari sekolah di Sumenep.
Pelaku akhirnya mengakui seluruh praktik kecurangan setelah sukses menyelesaikan ujian dengan skor di atas 700.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru 2026, Eduart Wolok, membenarkan bahwa program studi kedokteran menjadi sasaran utama praktik joki UTBK.
“Lebih dari 90 persen kasus kecurangan terutama nan berkait joki itu memilihnya prodi kedokteran,” ungkapnya.
Di sisi lain, dugaan bahwa pekerjaan master selalu menjanjikan kehidupan mapan rupanya tidak sepenuhnya sesuai kenyataan. Data Ikatan Dokter Indonesia dan Junior Doctor Network menunjukkan nyaris 30 persen master muda di Indonesia tetap berpenghasilan di bawah Rp3 juta per bulan.
Untuk mencegah praktik serupa terulang, panitia seleksi nasional sekarang memperketat sistem mitigasi kecurangan selama proses UTBK berlangsung.
Peserta nan terbukti menggunakan jasa joki bakal dimasukkan daftar hitam dan terancam hukuman akademik berat. Sementara pelaku joki nan tetap berstatus mahasiswa aktif berpotensi menerima hukuman drop out dari kampus asalnya.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa pekerjaan master tetap menuntut kapabilitas intelektual, integritas, dan empati nan tidak bisa ditebus hanya dengan lembaran rupiah. [ipl/beq]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·