Dukung Pesan Prabowo di Munas PBNU 2024, Cahyo Harjo: NU Mitra Strategis Pemerintah

Sedang Trending 19 jam yang lalu

Surabaya (beritajatim.com) – Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, turut menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) nan berjalan di Bangkalan.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Forum nasional tersebut menjadi ruang konsolidasi pendapat antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan keagamaan dalam menghadapi beragam tantangan pembangunan bangsa. Kehadiran para pemimpin nasional dan tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama menunjukkan besarnya peran strategis PBNU dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kami memandang gimana PBNU tidak hanya menjadi organisasi Islam terbesar di Indonesia, tetapi juga mempunyai kontribusi besar dalam menjaga kedaulatan bangsa dan memperkuat persatuan nasional,” kata Cahyo Harjo Prakoso, Rabu (24/6/2026).

Menurut Cahyo, pesan nan disampaikan Presiden Prabowo dalam penutupan Munas dan Konbes PBNU mengingatkan seluruh komponen bangsa tentang peran historis NU dalam perjalanan Indonesia. Sejak sebelum kemerdekaan, para ustadz dan penduduk Nahdliyin telah terlibat aktif dalam perjuangan mempertahankan tanah air dan membangun fondasi kebangsaan.

“Bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka, para ustadz dan family besar Nahdlatul Ulama telah menunjukkan kecintaan terhadap tanah air. Semangat itu nan kemudian menjadi salah satu fondasi krusial dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia hingga hari ini,” ujar Ketua DPC Gerindra Surabaya ini.

Cahyo menilai nilai-nilai perjuangan nan diwariskan para ustadz NU tetap sangat relevan dalam menghadapi dinamika zaman. Di tengah beragam tantangan sosial, ekonomi, dan geopolitik, semangat kebangsaan dan gotong royong tetap menjadi modal krusial untuk menjaga stabilitas nasional.

“Nilai perjuangan, semangat kebangsaan, dan cinta tanah air nan diwariskan para ustadz menjadi landasan kepercayaan kita bersama. Nilai-nilai tersebut kudu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa,” kata Anggota Komisi E DPRD Jatim ini.

Pada kesempatan itu, Presiden Prabowo menyebut nilai kebangsaan telah menjadi bagian dari identitas NU sejak lama, salah satunya tercermin dalam lagu Syubbanul Wathan nan sarat dengan semangat cinta tanah air apalagi sebelum Indonesia merdeka.
Prabowo turut menyinggung tradisi nan hidup di kalangan penduduk NU, termasuk kebiasaan menyanyikan Syubbanul Wathan dengan penuh semangat.

“Saya perhatikan setiap aktivitas NU, Syubbanul Wathan selalu dinyanyikan. Bahkan menyanyikannya dengan tangan mengepal. Ini luar biasa. Saya bilang, belum ada Kopassus, NU sudah lebih dulu punya salam komando,” katanya nan disambut tawa dan tepuk tangan peserta.

Dia juga menegaskan bahwa NU selama ini selalu datang sebagai penyejuk di tengah dinamika bangsa, terutama saat Indonesia menghadapi beragam tantangan.

“Keluarga besar NU selalu tampil ketika bangsa Indonesia menghadapi masa-masa sulit. Warga NU adalah aspek stabilisator nan membikin bangsa dan negara tetap aman,” tegasnya.[asg/ted]

Selengkapnya
Sumber Berita Jatim
Berita Jatim
↑