Berawal dari Podcast, IBS PKMKK Pamekasan Jajal Kerja Sama Internasional Bersama Investor Yordania

Sedang Trending 10 jam yang lalu

Pamekasan (beritajatim.com) – Islamic Boarding School (IBS) Padepokan Kiai Mudrikah Kembang Kuning (PKMKK) Pamekasan, membuka kesempatan kerjasama internasional di bagian pendidikan, pariwisata edukatif, hingga pengembangan ekonomi sirkular berbasis pesantren.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama IBS PKMKK Pamekasan, Achmad Muhlis usai menerima kunjungan seorang penanammodal asal Yordania, Waleed Abdelmughni Mohammad Abdeen, di Kompleks Padepokan Kiai Mudrikah, Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Selasa (23/6/2026).

“Pertama kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran beliau (Waleed Abdelmughni) nan membahas kesempatan kerjasama, khususnya mengenai wisata pendidikan dan ekonomi sirkular di lingkungan pesantren. Hal ini tentu menjadi momentum emas bagi pesantren untuk menembus jaringan global,” kata Achmad Muhlis, Kamis (25/6/2026).

Terlebih saat ini pihaknya tengah menyiapkan cetak biru area pendidikan berbasis religi, termasuk membangun beberapa sarana dan fasilitas. Di antaranya arena pacuan kuda, area memanah, dan kolam renang nan semuanya dikonsep sebagai wahana wisata edukatif berbasis nilai Islam.

“Kami memang berencana membangun area wisata pendidikan seperti pacuan kuda, memanah, dan renang. Alhamdulillah respon dari beliau (Waleed Abdelmughni) cukup positif, dan nantinya bakal ada pembahasan (kerjasama) lanjutan,” ungkapnya.

Selain itu, pembimbing besar nan menjabat sebagai Ketua Senat Universitas Islam Negeri (UIN) Madura juga menegaskan kunjungan Waleed Abdelmughni menjadi sinyal kuat jika pesantren di wilayah mulai dilirik bumi internasional.

“Hemat kami, ini menjadi sinyal kuat bahwa pesantren di wilayah mulai dilirik bumi internasional. Artinya pesantren tidak lagi hanya dipandang sebagai lembaga keagamaan tradisional, melainkan telah berevolusi menjadi pusat ekonomi, inovasi, dan peradaban nan melek teknologi,” tegasnya.

Sementara Waleed Abdelmughni mengaku terpikat untuk datang dan berjamu langsung usai menonton sebuah tayangan podcast obrolan Dr Siti Maisaroh mengenai bahasa Arab, pengalaman pendidikan internasional, serta budaya Indonesia melalui platform media sosial Padepokan Kiai Mudrikah.

“Awalnya kami memandang podcast di media sosial dan tertarik dengan pembahasannya. Setelah itu, kami memutuskan menghubungi Dr Siti Maisaroh melalui email, hingga akhirnya mendarat di Madura, khususnya di IBS PKMKK,” jelasnya.

Waleed Abdelmughni mengaku sengaja datang dengan tujuan memandang langsung sistem pendidikan di IBS PKMKK, sekaligus memetakan potensi kerjasama strategis. “Kami datang untuk memandang kemungkinan kerjasama di sektor pariwisata pendidikan dan ekonomi sirkular nan sedang digagas di sini. Ke depan kami bakal menyusun master plan untuk merumuskan pola kerjasama nan lebih konkrit,” ungkapnya.

Selain pariwisata edukasi, dia juga mempertimbangkan kesempatan program pertukaran pelajar (student exchange) maupun pertukaran tenaga pengajar (tutor exchange) antara Indonesia dan Yordania. Terlebih dia juga menjabat sebagai supervisor program internasional di International Islamic Boarding School (IIBS) Bekasi, pada 2005 silam.

Bahkan dia juga mengaku terkesan ketika berkeliling area pesantren nan dinilai selaras dengan kebutuhan era modern, terutama dalam penguatan teknologi dan pengembangan pola berpikir kritis santri. “Kami lihat lembaga ini berfokus pada thinking (pengembangan pemikiran). Di sini banyak smart board, televisi, komputer, dan teknologi digital nan digunakan untuk mendukung pendidikan. Ini sangat bagus untuk menarik minat siswa,” imbuhnya.

“Pendekatan berbasis digital ini menjadi krusial di tengah pesatnya perkembangan kepintaran buatan (artificial intelligence/AI) di kancah global, apalagi sekarang semuanya berangkaian dengan AI dan komputer. Jadi apa nan diterapkan di sini bakal menjadi sesuatu nan unik, maju, dan istimewa,” tegasnya.

Tidak hanya memuji sistem pendidikan, Waleed juga mengagumi lingkungan pesantren dan suasana Kabupaten Pamekasan nan tenang, bersih, indah, serta ramah anak. Sehingga kondisi tersebut membuatnya semakin tertarik untuk menjalin kerjasama demi mewujudkan tujuan mulai dari Padepokan Kiai Mudrikah Pamekasan. [pin/but]

Selengkapnya
Sumber Berita Jatim
Berita Jatim
↑