Visum Ungkap Luka di Telinga dan Dugaan Gangguan Pernapasan pada ASN Bangkalan yang Tewas di Mobil Juanda

Sedang Trending 10 jam yang lalu

Ringkasan Berita:

  • Polisi tetap menyelidiki penyebab kematian RYS, Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan, nan ditemukan meninggal di dalam mobil di Bandara Juanda.
  • Hasil visum menemukan luka robek pada telinga kiri nan diduga akibat barang tumpul serta indikasi gangguan pernapasan.
  • Tim forensik juga menemukan seluruh organ tubuh telah menunjukkan tanda-tanda pembusukan.
  • Sejumlah sampel telah dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Jatim, sementara hasil swab memek tidak menemukan tanda-tanda kekerasan seksual.

Sidoarjo (beritajatim.com) – Penyelidikan kasus meninggalnya RYS (50), Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, terus dilakukan abdi negara kepolisian. Korban sebelumnya ditemukan meninggal bumi di dalam mobil Toyota Kijang Innova hitam bernomor polisi M 1090 GP berpelat merah nan terparkir di area Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Rabu (24/6/2026).

Jenazah korban telah menjalani visum di Rumah Sakit Pusdik Bhayangkara Sabhara Porong. Hasil pemeriksaan forensik mengungkap sejumlah temuan medis nan sekarang menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban.

Ketua Tim Humas RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, AKBP Ni Made Wiatini, mengatakan pemeriksaan bagian luar jenazah menemukan luka robek pada telinga kiri nan diduga disebabkan oleh tumbukan barang tumpul.

“Hasil visum juga menemukan terdapat pelebaran pembuluh darah pada kedua selaput lendir kelopak mata,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).

Selain itu, tim forensik juga menemukan selaput lendir bibir bagian atas dan bawah berwarna kebiruan. Kondisi tersebut umumnya berangkaian dengan kasus nan melibatkan gangguan pernapasan alias meninggal lemas, meski penyebab pasti kematian tetap menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Pada pemeriksaan bagian dalam, tim forensik menemukan lidah, epiglotis, serta saluran napas bagian atas berwarna merah kehitaman. Dinding lambung juga tampak berwarna merah kehitaman.

“Seluruh organ tubuh sudah menunjukkan tanda-tanda pembusukan,” imbuh Ni Made.

Lebih lanjut, hasil pemeriksaan juga menunjukkan uji Kosmalin pada otot tangan kanan berwarna merah pucat. Untuk mendukung proses penyelidikan, sejumlah sampel organ dan jaringan telah dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sampel nan diperiksa meliputi ginjal kanan dan kiri, lambung beserta isinya, kuku jari telunjuk kanan dan kiri, serta swab vagina.

“Dari hasil swab memek tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan seksual,” tegasnya.

Hingga kini, kepolisian tetap menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab kematian RYS. Hasil uji tersebut bakal menjadi salah satu dasar krusial dalam mengungkap penyebab pasti meninggalnya pejabat Pemerintah Kabupaten Bangkalan tersebut serta menentukan langkah penyelidikan berikutnya. [isa/beq]

Selengkapnya
Sumber Berita Jatim
Berita Jatim
↑