Tiga Balita Tenggelam di Embung Kabupaten Sampang, Semua Meninggal

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Sampang (beritajatim.com) – Peristiwa tragis terjadi di Dusun Sabu’uk, Desa Junok, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, Minggu (14/6/2026).

Tiga anak usia di bawah lima tahun (balita) nan tetap berkerabat kandung ditemukan meninggal bumi setelah tenggelam di sebuah sumur alias embung air nan berada di lingkungan setempat.

Ketiga korban masing-masing berinisial AH (3), MH (3), dan Z (4), penduduk Dusun Sabu’uk, Desa Junok. Berdasarkan info nan dihimpun, kejadian diketahui sekitar pukul 11.00 WIB.

Kasi Humas Polres Sampang, Akp Eko Puji Waluyo, mengatakan, peristiwa bermulai ketika salah seorang saksi, Alfiya (45), memandang salah satu korban melayang-layang di dalam sumur. Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan penduduk sekitar.

Foto BeritaJatim.comEmbung nan menjadi letak tenggelamnya tiga balita.

Warga nan datang ke tempat kejadian. Mereka kemudian melakukan pencarian dengan langkah menyelam ke dalam sumur.

“Dari hasil pencarian tersebut, ditemukan dua korban lainnya berada di dalam sumur nan sama,” ucapnya

Selanjutnya, ketiga korban segera dievakuasi dan dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.

“Namun setelah dilakukan pemeriksaan, seluruh korban dinyatakan telah meninggal dunia,” imbuhnya

Peristiwa tersebut diduga merupakan kecelakaan saat korban bermain di sekitar bibir sumur alias embung air.

Pihak family korban telah membikin surat pernyataan nan menyatakan tidak bakal menuntut pihak mana pun secara norma lantaran menganggap kejadian tersebut sebagai musibah alias kecelakaan.

Petugas nan menangani peristiwa ini telah melakukan pemindahan korban, meminta keterangan para saksi, membikin laporan pengaduan, mengusulkan visum luar, serta melakukan penyelidikan mengenai kejadian tersebut.

Diketahui, letak kejadian merupakan sumur alias embung air nan biasa digunakan penduduk untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Warga setempat juga menyebut letak tersebut tidak diperuntukkan sebagai tempat mandi maupun mencuci.

“Atas kejadian tersebut, masyarakat diimbau untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di sekitar area nan berpotensi membahayakan keselamatan,” tutupnya. [sar/but]

Selengkapnya
Sumber Berita Jatim
Berita Jatim
↑