Sentuhan Dingin Rakhmad Basuki Selamatkan Madura United dari Degradasi

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Pamekasan (beritajatim.com) – Karateker Madura United FC, Rakhamd Basuki mengakui beratnya menjaga mental pemain di tengah hasil minor nan dialami timnya dalam mengarungi ketatnya agenda kejuaraan Super League 2025-2026, termasuk tantangan berat membangkitkan kepercayaan diri pemain dibalik ancaman degradasi.

Terlebih dirinya memimpin tim ditengah krisis motivasi, sekaligus perjuangan tetap memperkuat di kejuaraan kasta tertinggi sepakbola tanah air musim depan. Bahkan di tengah tekanan kompresi, juga diakui sempat terjadi bentrok antar pemain saat sesi latihan, dan pada akhirnya dapat diselesaikan dengan pendekatan kekeluargaan demi satu tujuan, ialah menyelamatkan Madura United dari degradasi.

Beruntung tim berjuluk Laskar Sape Kerrab sukses memastikan diri memperkuat di kejuaraan kasta tertinggi sepakbola Indonesia musim depan, khususnya pasca sukses mengalahkan PSM Makassar dengan skor 2-0 pada laga pekan pamungkas Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) Madura, Sabtu (23/5/2026).

Dua gol kemenangan tim kebanggaan suporter Madura Bersatu dari Pesut Etam, didapat berkah sepasang kontribusi penyerang asal Brasil, Junior Brandao. Pemain bernomor punggung 9 tersebut, sukses mencetak gol pada menit 43′ dan 58′, sekaligus membawa timnya sukses mengamankan poin dan selamat dari degradasi.

Foto BeritaJatim.comKarateker Madura United FC, Rakhmad Basuki (kiri) mendampingi tim kala bertanding melawan PSM Makassar pada laga pamungkas Super League di SGB, Sabtu (23/5/2026). [Gambar: Madura United]
“Alhamdulillah kami sangat berterima kasih dengan hasil ini, kemenangan ini merupakan hasil perjuangan seluruh komponen tim nan berjuang ekstra keluar dari tekanan di sepanjang musim, sehingga kita bisa memastikan stay (tetap bertahan) di Super League musim depan,” kata Rakhmad Basuki, usai pertandingan.

Juru strategi nan familiar disapa Coach RB, juga mengakui laga menghadapi Pesut Etam berjalan susah khususnya pada interval pertama. Bahkan timnya sempat terlihat kekecewaan meladeni agresifitas permainan nan ditunjukkan tim tamu.

“Beruntung kita bisa menerapkan game plan nan sudah dipersiapkan, khususnya pada babak kedua hingga akhirnya kita bisa mengontrol jalannya pertandingan, dan mengunci kemenangan dengan skor 2-0,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga mengaku beratnya beratnya menjaga mental pemain di tengah rentetan hasil jelek nan sempat dialami tim musim ini. Termasuk tantangan terberat membangkitkan kepercayaan diri pemain agar percaya mempunyai kualitas nan sama dengan tim lain.

“Bahkan di tengah tekanan kompetisi, sempat terjadi bentrok antarpemain saat latihan. Namun situasi tersebut sukses diselesaikan dengan pendekatan kekeluargaan demi satu tujuan, ialah menyelamatkan Madura United dari degradasi,” pungkasnya. [pin/kun]

Selengkapnya
Sumber Berita Jatim
Berita Jatim
↑