Surabaya (beritajatim.com) – Jawa Timur dinilai tetap menjadi salah satu jalur lintas utama sekaligus tujuan peredaran narkotika di Indonesia.
Hasil pengungkapan kasus semester pertama 2026 menunjukkan bahwa kebanyakan peralatan haram masuk ke wilayah ini melalui jalur darat, meskipun jaringan internasional juga terdeteksi beroperasi.
Kombes Pol Muhammad Kurniawan menjelaskan bahwa dari seluruh kasus besar nan sukses diungkap, sekitar 70 persen menggunakan jalur darat antarprovinsi.
Beberapa titik rawan tercatat di perbatasan dengan Sumatera, seperti lintasan dari Palembang menuju utara, nan kemudian diteruskan menuju Jawa Timur. “Kami beberapa kali mengamankan peralatan dalam jumlah besar, misalnya 10 kilogram metamfetamina dan 40 kilogram ganja nan datang dari jalur perbatasan Sumatera,” ungkapnya.
Selain jalur darat, jalur laut juga tercatat menjadi jalan masuk, meski frekuensinya lebih sedikit. Contoh nyata adalah penemuan 22,22 kilogram kokain nan disembunyikan di area Pantai Gili Genting, Sumenep, awal tahun ini.
Berdasarkan hasil penyelidikan, peralatan tersebut diduga berasal dari jaringan internasional nan melintasi Eropa Timur dan Amerika Latin. Penyelidikan terhadap jaringan induknya tetap terus dilakukan.
Modus operandi nan digunakan pelaku pun semakin beragam dan canggih. Selain pengiriman langsung, sistem “ranjau” alias penyembunyian peralatan di tempat-tempat tersembunyi tetap sering ditemukan. Pelaku memanfaatkan letak nan sepi, jauh dari pantauan umum, alias area perumahan untuk menyimpan peralatan sementara sebelum diambil pembeli. “Mereka terus mencari celah keamanan, itulah sebabnya kami kudu terus memperbarui strategi pengawasan,” tambah Kurniawan.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menegaskan bahwa meskipun ada indikasi jaringan internasional, peredaran di Jawa Timur saat ini lebih didominasi oleh jaringan antarprovinsi dan jaringan lokal. “Belum terindikasi adanya jaringan internasional skala besar nan menjadikan Jatim sebagai pasar utama, namun kami tetap waspada terhadap setiap pergerakan nan mencurigakan,” jelasnya. [uci/ted]
7 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·