Pembacok Pelajar Surabaya di Puncak Anniversary Persebaya ke-99 Ngaku Mabuk Sebelum Konvoi

Sedang Trending 16 jam yang lalu

Surabaya (beritajatim.com) – Usai viral di media sosial, pelaku pembacokan terhadap pelajar Surabaya berinisial GA (16) pada malam puncak Anniversary Persebaya ke-99, di Jalan Sumatera, Kamis (18/6/2026), telah diamankan oleh Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya. Pelaku nan berinisial MN (21) diamankan di Kedundung, Sampang setelah diserahkan pihak keluarga.

Kepada polisi, MN mengaku jika dia konvoi berbareng belasan temannya dari Kedung Sroko, Tambaksari. Sebelum konvoi, MN berbareng temannya lebih dulu pesta miras. Ketika minuman habis, MN berbareng teman-temannya lantas memutuskan untuk konvoi meramaikan malam puncak HUT Persebaya ke-99 ke arah pusat kota Surabaya.

Sesampainya di Jalan Sumatera, golongan MN bersenggolan dengan golongan lain nan juga melakukan konvoi. Karena dalam kondisi mabuk, MN dan teman-teman tidak bisa dikendalikan. Saat situasi makin panas, korban muncul untuk melerai pertikaian. Namun apes, niat baik pelajar kelas 2 SMA itu dibalas dengan sabetan celurit MN.

“Dua kali, Pak, (sabetan) ke arah tangan korban. Saya lihat darahnya banyak lampau saya kabur,” kata MN.

MN mengakui jika dia membawa celurit tersebut dari rumah. Alasannya sebagai perangkat pembela diri ketika nantinya ada bentrokan.

“Buat jaga-jaga. Takut kayak tahun kemarin (bentrok),” terangnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto menjelaskan jika pelaku sempat kabur ke rumah neneknya usai wajahnya viral dan menjadi buruan Bonek Mania. Setelah serangkaian penyelidikan, polisi dapat melacak keberadaan pelaku di Sampang.

“Karena takut usai viral itu pelaku kabur ke Sampang. Lalu pihak family menyerahkan (pelaku) untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” jelas Edy.

Dari peristiwa ini, polisi menyita sejumlah peralatan bukti. Seperti rekaman video saat pelaku beraksi, busana dan helm pelaku serta sebilah celurit nan digunakan oleh MN menebas korban.

Diketahui sebelumnya, satu pelajar asal Surabaya berinisial GA tewas usai dibacok oleh orang tak dikenal saat seremoni malam puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Persebaya ke 99, Kamis (18/6/2026) awal hari. Dari info nan dihimpun, GA tewas usai mengalami luka sabet senjata tajam saat melerai dan menyelamatkan oknum suporter nan dikeroyok.

Korban nan tetap duduk di bangku kelas 2 Sekolah Menengah Atas (SMA) itu sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Universitas Surabaya (Ubaya) selama beberapa jam sebelum akhirnya berpulang.

Sonya Cantika kakak korban menjelaskan, GA pergi berbareng D nan juga tetap kerabat kandung untuk mengikuti seremoni malam puncak HUT Persebaya ke 99 di Gelora 10 Nopember Tambaksari. Ketika sampai di Jalan Sumatera, muncul gesekan antar oknum suporter. GA tanpa aba-aba langsung berupaya menyelamatkan korban pengeroyokan. Namun naas, dia malah kena bacok oleh senjata tajam.

“Ada nan bikin kisruh. Lalu adik saya ini mau membela. Dia ga ikit kisruh. Mau melerai. Namun malah dia nan kena sasaran,” kata Sonya.

Dalam kondisi terluka, korban dibawa ke RS Ubaya. Namun, nyawa GA tidak tertolong setelah menjalani perawatan. “Keluarga lantas melapor ke polisi dan jenazah adik saya divisum di RS Bhayangkara,” jelasnya.

Selain GA, rekan korban berinisial B juga kena sabet senjata tajam. Saat ini kondisi B sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit. “Saya berambisi semoga polisi segera menemukan pelakunya,” pungkasnya. [ang/but]

Selengkapnya
Sumber Berita Jatim
Berita Jatim
↑