Ekskavasi Kali Tebu Surabaya Temukan 45 Persen Sampah Popok, Ecoton Soroti Tanggung Jawab Produsen

Sedang Trending 22 jam yang lalu

Ringkasan Berita:

  • Ecoton dan Komunitas Tekat mengangkat lebih dari 2,4 ton sampah dari Kali Tebu Surabaya.
  • Sebanyak 45 persen sampah nan ditemukan merupakan popok sekali pakai.
  • Brand audit menunjukkan merek Sweety dan MamyPoko mendominasi sampah popok di sungai.
  • Ecoton meminta produsen menjalankan tanggung jawab Extended Producer Responsibility (EPR).

Surabaya (beritajatim.com) – Kegiatan ekskavasi sampah di Kali Tebu Surabaya nan diinisiasi Ecological Observation and Wetlands Conservation berbareng Komunitas Tretan Kali Tebu (Tekat) menemukan kebenaran mengejutkan. Sebanyak 45 persen dari total sampah nan diangkat dari aliran sungai tersebut merupakan sampah popok sekali pakai.

Koordinator Program Mozaik Ecoton, Daru Setyorini, mengungkapkan selama tiga hari proses ekskavasi sejak Senin (11/5/2026) hingga Rabu (13/5/2026), tim relawan sukses mengangkat lebih dari 2,4 ton sampah dari Kali Tebu.

“45 persen dari 2,4 ton sampah nan sukses diangkat dari Kali Tebu adalah jenis sampah popok sekali pakai,” ujar Daru.

Selain pengangkatan sampah, tim relawan Ecoton dan Tekat juga melakukan brand audit terhadap sampah popok nan ditemukan di sungai. Hasilnya, merek Sweety produksi PT Softex Indonesia mendominasi dengan persentase 31 persen, disusul MamyPoko produksi PT Unicharm sebesar 24 persen.

Sementara itu, merek Momo tercatat menyumbang 8 persen, popok dewasa 8 persen, merek lain 14 persen, dan sisanya 15 persen dalam kondisi rusak alias tidak dapat dikenali.

Kegiatan ekskavasi tersebut dilakukan setelah Program Mozaik memasang trash barrier alias penghalang sampah di Kali Tebu pada Minggu (10/5/2026). Program Mozaik sendiri merupakan inisiatif lingkungan Mission for Zero Plastic Leakage hasil kerjasama Ecoton dengan Pemerintah Kota Surabaya nan didukung United Nations Development Programme dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Program tersebut bermaksud mengurangi kebocoran sampah plastik ke sungai, khususnya di Kali Tebu, melalui pemasangan penghalang sampah permanen dan penguatan kerjasama multipihak dalam penanganan sampah.

Menurut Daru, sampah popok menjadi persoalan utama dalam pengendalian pencemaran di Kali Tebu sehingga dibutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, dan produsen.

“Sampah popok menjadi problem utama dalam penanganan sampah di Kali Tebu. Dibutuhkan kerjasama pemerintah melalui pengawasan, pengelolaan sampah di TPS, dan masyarakat agar tidak membuang sampah plastik ke Kali Tebu, sedangkan dari industri diharapkan melaksanakan EPR,” ungkapnya.

Daru menjelaskan EPR alias Extended Producer Responsibility merupakan kebijakan lingkungan nan mewajibkan produsen bertanggung jawab terhadap seluruh siklus hidup produk, termasuk pengelolaan limbah pasca-konsumsi.

Produsen diwajibkan ikut mengumpulkan, mendaur ulang, maupun memproses limbah produknya guna menekan volume sampah menuju tempat pembuangan akhir serta mendukung ekonomi sirkular.

“Sampah popok nan ada di sungai juga menjadi tanggung jawab produsen,” tegas Daru.

Kali Tebu sendiri menjadi salah satu sumber aliran sampah plastik menuju Selat Madura. Sungai tersebut menerima aliran sampah dari sedikitnya enam wilayah, ialah Kelurahan Kapas Madya, Simokerto, Tanah Kali Kedinding, Sidotopo Wetan, Bulak Banteng, hingga Tambak Wedi.

Pemasangan trash barrier Barakuda di Kali Tebu berkarakter permanen dan bakal dibarengi proses penirisan sampah setiap dua hari sekali. Sampah nan terkumpul selanjutnya bakal menjalani proses brand audit di TPS3R Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Surabaya.

“Setelah penirisan, kami bakal melakukan brand audit untuk mengidentifikasi sumber sampah plastik. Lokasi brand audit dilakukan di TPS3R Kedung Cowek, Bulak,” kata Amiruddin Muttaqin.

Amiruddin juga membujuk masyarakat ikut menjaga kebersihan sungai dan berasosiasi menjadi bagian dari Komunitas Tretan Kali Tebu.

“Bersama-sama kita kembalikan kelestarian Kali Tebu, tolong jangan buang sampah ke Kali Tebu,” pungkas Amir. [rma/beq]

Selengkapnya
Sumber Berita Jatim
Berita Jatim
↑