Pamekasan (beritajatim.com) – Madura United FC kembali menunjukkan keahlian memperkuat di tengah tekanan setelah ditangani oleh Rakhmad Basuki.
Sosok nan berkawan disapa Coach RB itu dinilai sukses menjadi ‘pemadam kebakaran’ ketika tim berada di masa sulit.
Pada musim 2025-2026, Coach RB tercatat sudah dua kali dipercaya menjadi pembimbing interim namalain karateker Laskar Sape Kerrab khususnya setelah pergantian pembimbing kepala. Saat tim terpuruk di papan bawah dan mengalami rentetan hasil buruk, dia datang dengan konsentrasi utama membangkitkan mental pemain.
Berdasar catatan beritajatim.com, ahli strategi asal Pamekasan, Madura, sempat mengungkapkan tantangan terbesar bukan hanya taktik, tetapi memulihkan kepercayaan diri skuad. Ia apalagi menyebut sempat terjadi ketegangan antar pemain saat latihan akibat tekanan hasil jelek nan terus menghantui tim. Namun, pendekatan kekeluargaan dan motivasi menjadi kunci kebangkitan tim kebanggaan suporter Madura Bersatu.
Puncaknya terjadi ketika Madura United sukses memastikan diri lolos dari degradasi usai menang 2-0 dari PSM Makassar pada laga penentuan, ialah langka pamungkas Super League di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) Madura, Sabtu (23/5/2026).
Keberhasilan tersebut memastikan Madura United sukses lolos dari degradasi, sekaligus membikin banyak pihak menyebut Rakhmad Basuki sebagai ‘juru selamat’ tim nan sempat ‘oleng’ di masa injury time kejuaraan kasta tertinggi sepakbola tanah air musim 2025-2026.
Sebelumnya, tepatnya pada musim 2024-2025, Rakhmad juga dikenal sebagai pembimbing nan terus menekankan konsentrasi dan konsistensi saat tim mengalami paceklik kemenangan. Ia menilai kualitas pemain Madura United sebenarnya bisa bersaing di level atas, asalkan mempunyai mental positif dan disiplin sepanjang pertandingan.
Bahkan saat ini, laki-laki kelahiran Pamekasan pada 1976 silam mulai identik dengan ahli situasi kritis di Madura United, datang saat tim tertekan, lampau membawa semangat baru untuk bangkit.
Coach RB Siap Ambil Lisensi AFC Pro
Sekalipun berstatus sebagai karateker, Rakhmad Basuki bisa memberikan racikan terbaik dan membawa Madura United tampil impresif di bawah komandonya. Setidaknya tercatat 9 laga nan dijalani berbareng Madura United, 5 laga di antaranya berhujung dengan kemenangan dan mempersembahkan 15 poin krusial bagi tim nan bermarkas di Pulau Garam Madura.
Bahkan dari hasil tersebut, Madura United sukses lolos dari degradasi dan tetap memperkuat pada kejuaraan Super League musim depan. Meski begitu, dia mengaku perjalanan karirnya di level senior terbilang relatif singkat, terlebih selama ini dia justru lebih banyak berkecimpung pada arena Elite Pro Academy (EPA) dan Akademi Madura United.
“Sebetulnya di tim senior (Madura United) baru empat tahun, dan selama ini justru lebih banyak bekerja di EPA dan Akademi. Karena kebetulan jika di akademi lebih banyak kebebasan dalam meracik tim,” kata Rakhmad Basuki, Kamis (28/5/2026).
Seiring waktu, dirinya juga mempunyai kemauan naik level dan menjadi pembimbing kepala dalam skuat senior. Namun perihal itu kudu dibarengi dengan beragam persiapan agar layak mengemban tanggungjawab tersebut. “Setelah empat tahun bekerja di tim senior, tentu kami juga mempunyai kemauan naik level sebagai pembimbing kepala, tapi kudu dibarengi memantaskan diri,” ungkapnya.
Saat ini dia tetap mengantongi lisensi A-AFC, dan memastikan mengikuti kursus Pro License Indonesia dalam waktu dekat sebagai syarat menjadi pembimbing kepala di level tertinggi. “Insya’ Allah bulan depan kami mulai mengikuti kursus Pro License di Indonesia. Mudah-mudahan sukses dan bisa mengembangkan amanah sebagai pembimbing nan bisa membawa Madura United berprestasi,” pungkasnya. [pin/ted]
6 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·