Pamekasan (beritajatim.com) – Bos Madura United FC, Achsanul Qosasi menyampaikan pandangannya mengenai makna sepak bola bagi masyarakat Madura.
Menurutnya, sepak bola kudu dijaga marwah dan kemurniannya tanpa kombinasi tangan kekuatan di luar lapangan nan justru dapat merusak gambaran olahraga itu sendiri.
“Biarkan sepak bola melangkah dengan caranya. Jika menyerahkan kekuatan di luar lapangan, justru bakal merusak gambaran sepak bola itu sendiri,” kata Achsanul Qosasi, dikutip dari salah satu jejaring media sosial (medsos) pribadinya, Kamis (21/5/2026).
Ungkapan tersebut bukan tanpa alasan, karena bagi laki-laki nan berkawan disapa AQ, sepak bola bukan sekadar pertandingan alias perebutan kemenangan. Lebih dari itu, sepak bola telah menjadi bahasa persatuan bagi masyarakat Madura.
“Lewat sepak bola, Madura seperti menemukan bahasa baru untuk berbicara kepada Indonesia: kami ada, kami bersatu, kami punya kebanggaan, kami santun, kami tak seperti nan mereka pikirkan,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga menegaskan bahwa nama “United” dalam Madura United bukan sekadar hiasan alias simbol biasa. Kata tersebut mempunyai makna mendalam tentang persatuan masyarakat Madura.
“Kata ‘United’ bukan hiasan nama, itu adalah pesan sekaligus ikhtiar menyatukan empat kabupaten, menyatukan orang Madura di pulau dan di rantau, menyatukan mereka nan mungkin berbeda pilihan politik, berbeda kabupaten, berbeda latar sosial, tetapi kami bisa berdiri dalam satu sorak untuk Madura,” tegasnya.
Karena itu, sepakbola kudu dihargai secara utuh sebagai ruang persaudaraan, kebanggaan, dan kehormatan bersama. “Itulah kenapa kami menghargai sepak bola seutuhnya,” sambung AQ.
Di akhir pernyataannya, Achsanul Qosasi juga mengutip penggalan lagu legendaris milik Westlife berjudul I Have a Dream: “We believe in angel, something good in everything I see.” pungkasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan menjelang timnya bakal menjalani laga krusial kala menjamu PSM Makassar, pada pekan pamungkas Super League di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) Madura, Sabtu (23/5/2026) lusa.
Sebab pada laga tersebut, Laskar Sape Kerrab wajib mengalahkan Pesut Etam sekaligus mengamankan poin guna memastikan diri memperkuat di kejuaraan kasta tertinggi sepakbola tanah air musim depan.
Sebab posisi mereka di tangga klasemen sangat krusial dan berada tepat di atas area merah degradasi, terlebih selisih poin dengan tim teratas penunggu area merah, Persis Solo hanya unggul 1 poin. Sehingga kegagalan mengamankan poin kala menjamu PSM justru bakal membikin mereka turun kasta, dengan catatan Persis sukses menambah poin di pekan nan sama.
Saat ini Madura United menempati posisi 15 klasemen dengan koleksi 32 poin berkah hasil 8 kali menang, 8 kali imbang, dan 17 kali kalah. Mereka baru mencetak 35 gol dan sudah kebobolan sebanyak 54 gol dari 33 laga nan dijalani.
Sementara Persis Solo nan menjadi pesaing untuk mengamankan diri dari degradasi, sudah mengoleksi 31 poin berkah hasil 7 kali menang, 10 kali imbang, dan 16 kali kalah. Mereka mencetak 36 gol dan kebobolan 58 gol dari 33 laga berbeda.
Pada pekan nan sama juga bakal digelar pertandingan antara tuan rumah Persita Tangerang menjamu Persis Solo di Banten Internasional Stadium, laga tersebut mulai menuai kontroversi usai adanya berita laga antara kedua tim digelar tanpa kehadiran penonton. [pin/ted]
5 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·