Beras SPHP Hilang dari Pasar Pamenang, Bulog Kediri Sebut Terkendala Pasokan Kemasan

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Ringkasan Berita

  • Beras SPHP sempat tidak tersedia di sejumlah gerai Pasar Pamenang Pare.
  • Bulog Kediri menghentikan pengedaran selama sekitar satu pekan.
  • Kendala terjadi akibat keterbatasan plastik bungkusan beras SPHP.
  • Stok beras Bulog Kediri mencapai 97 ribu ton dan diklaim kondusif 14 bulan.

Kediri (beritajatim.com) – Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sempat menghilang dari sejumlah gerai di Pasar Pamenang Pare, Kabupaten Kediri, selama lebih dari sepekan. Kondisi tersebut memicu pertanyaan masyarakat di tengah tren kenaikan nilai beras nan terjadi di pasaran.

Perum Bulog Kantor Cabang Kediri memastikan kesiapan beras SPHP sebenarnya tetap aman. Terhambatnya pengedaran terjadi lantaran hambatan teknis berupa keterbatasan pasokan plastik bungkusan nan digunakan untuk pengemasan beras sebelum disalurkan ke pasar.

Bulog Akui Distribusi SPHP Sempat Terhenti

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Kediri, Harisun, membenarkan bahwa pengiriman beras SPHP memang sempat dihentikan sementara selama kurang lebih satu minggu.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Pasar Pamenang Pare, tetapi juga berakibat pada sejumlah titik pengedaran lainnya di wilayah kerja Bulog Kediri.

“Betul, betul mbak sudah seminggu memang kami tidak mengirim lantaran keterbatasan plastik. Tidak hanya di Pasar Pamenang saja,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (16/6/2026).

Keterbatasan bahan bungkusan membikin proses pengedaran tidak dapat melangkah seperti biasanya meskipun stok beras nan tersedia di penyimpanan tetap mencukupi.

Distribusi Dipastikan Kembali Normal

Meski sempat mengalami hambatan, Bulog Kediri memastikan persoalan tersebut mulai teratasi setelah pasokan plastik bungkusan diterima dari pusat.

Harisun optimistis pengedaran beras SPHP ke pasar-pasar tradisional bakal kembali normal dalam waktu dekat sehingga masyarakat dapat kembali memperoleh beras dengan nilai nan lebih terjangkau.

“Mudah-mudahan aja minggu depan bisa normal kembali, lantaran kemarin kita sudah terima plastik itu dari Jakarta,” ujarnya.

Normalisasi pengedaran diharapkan bisa menjaga kesiapan beras SPHP di tingkat pengecer sekaligus membantu menstabilkan nilai beras di pasaran.

Harga SPHP Tetap Sesuai HET

Di tengah kecenderungan kenaikan nilai beras komersial, Bulog memastikan nilai beras SPHP tidak mengalami perubahan.

Saat ini Harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP tetap berada di nomor Rp62.500 per bungkusan 5 kilogram alias setara sekitar Rp12.500 per kilogram.

Harga tersebut relatif lebih rendah dibanding nilai beras premium maupun medium di sejumlah pasar nan mulai bergerak naik hingga berada di kisaran Rp14.500 per kilogram.

Keberadaan program SPHP menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan gejolak nilai pangan.

Penyerapan Gabah Petani Terus Berjalan

Selain memastikan pengedaran SPHP kembali normal, Bulog Kediri juga menegaskan bahwa program penyerapan gabah dan beras petani tetap terus berlangsung.

Harisun mengatakan pembelian gabah hasil panen petani bakal terus dilakukan hingga akhir Desember 2026. Langkah tersebut membikin stok beras nan dimiliki Bulog terus mengalami peningkatan.

“Kita tetap sekarang tetap melakukan penyerapan alias pembelian gabah dari petani tetap kita sampai akhir Desember, maka otomatis akumulasi stok itu kan tetap bertambah,” katanya.

Program penyerapan tersebut sekaligus menjadi upaya menjaga nilai gabah petani tetap stabil sekaligus memperkuat persediaan pangan pemerintah.

Kediri Jadi Daerah Surplus Beras

Bulog Kediri menyebut wilayah Kediri saat ini berada dalam kondisi surplus beras. Produksi nan melimpah tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, tetapi juga mendukung pasokan untuk wilayah lain nan mengalami kekurangan.

Sejumlah wilayah nan rutin menerima pasokan beras dari Kediri antara lain Papua, Madura, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kondisi beras di wilayah kami surplus. Karena itu, kami juga mengirim pasokan ke daerah-daerah nan memerlukan seperti Papua, Madura, dan NTT,” jelas Harisun.

Kondisi surplus tersebut menunjukkan peran strategis wilayah Kediri sebagai salah satu lumbung pangan nan menopang kebutuhan beras di beragam wilayah Indonesia.

Stok Beras Capai 97 Ribu Ton

Bulog Kediri memastikan masyarakat tidak perlu cemas terhadap kesiapan beras dalam waktu dekat. Saat ini persediaan beras nan tersimpan di penyimpanan Bulog Kediri mencapai sekitar 97 ribu ton.

Jumlah tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 14 bulan ke depan, apalagi di tengah program pengedaran ke beragam wilayah luar daerah. “Stok beras kita melimpah, 97.000 ton. InsyaAllah kondusif sampai 14 bulan ke depan,” pungkas Harisun.

Dengan kesiapan stok nan besar dan pengedaran SPHP nan segera kembali normal, Bulog Kediri berambisi stabilitas nilai dan pasokan beras di pasar dapat terus terjaga sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. [nm/kun]

Selengkapnya
Sumber Berita Jatim
Berita Jatim
↑