Ringkasan Berita:
- Perwakilan personil PPSM Mojokerto Raya menggelar tindakan di Alun-alun Wiraraja.
- Massa menuntut transparansi pengelolaan biaya iuran organisasi.
- Anggota meminta laporan pemasukan, pengeluaran, hingga bukti transaksi.
- Pengurus disebut belum merespons dua surat nan telah dikirim anggota.
Mojokerto (beritajatim.com) – Perwakilan personil Persatuan Pedagang Sembako Madura (PPSM) Mojokerto Raya menggelar tindakan unjuk rasa di Alun-alun Wiraraja, Kota Mojokerto, Kamis (25/6/2026). Mereka menuntut transparansi pengelolaan dan penggunaan biaya organisasi nan selama ini dihimpun dari iuran anggota.
Dalam tindakan tersebut, massa membawa beragam pamflet berisi tuntutan dan secara bergantian menyampaikan aspirasi melalui orasi. Kegiatan berjalan dengan pengawalan abdi negara kepolisian dari Polres Mojokerto Kota.
Koordinator aksi, Muhammad Zain, mengatakan demonstrasi dilakukan lantaran pengurus PPSM Mojokerto Raya dinilai tidak memberikan tanggapan atas surat nan sebelumnya telah disampaikan oleh anggota.
“Kami sudah menyampaikan tuntutan ini kepada pengurus sekitar sebulan lalu. Bahkan sudah dua kali surat kami kirimkan, namun sampai sekarang belum ada respons,” ungkapnya.
Menurut Zain, PPSM Mojokerto Raya nan telah berdiri sekitar empat tahun sekarang mempunyai sekitar 350 anggota. Setiap personil diwajibkan bayar iuran bulanan nan awalnya sebesar Rp50 ribu dan kemudian meningkat menjadi Rp100 ribu.
Karena biaya tersebut berasal dari iuran anggota, pihaknya menilai seluruh personil berkuasa mengetahui secara terbuka gimana pengelolaan finansial organisasi dilakukan.
Dalam tindakan itu, massa meminta pengurus menyampaikan laporan penerimaan dan penggunaan biaya nan berasal dari iuran anggota, termasuk pemasukan lain seperti biaya sponsor pemasangan banner rokok serta kerja sama penjualan es krim Joyday di warung anggota.
Selain itu, mereka juga meminta laporan penggunaan anggaran untuk penyelesaian beragam persoalan nan melibatkan personil organisasi, serta rincian biaya operasional dan penyelenggaraan program kerja.
Tak hanya laporan keuangan, massa juga meminta salinan bukti transaksi, kuitansi, maupun nota pengeluaran nan sah sebagai bagian dari audit internal organisasi.
“Termasuk salinan bukti transaksi, kuitansi, dan nota pengeluaran nan sah sebagai bagian dari audit internal. Kami hanya mau mengetahui pembukuan dari duit nan selama ini dikumpulkan. Anggota berkuasa mengetahui penggunaan biaya tersebut secara terbuka,” katanya.
Usai menyampaikan aspirasi di Alun-alun Wiraraja, massa melanjutkan tindakan ke Mapolres Mojokerto Kota untuk menyampaikan tuntutan nan sama.
Hingga tindakan berakhir, belum ada keterangan resmi dari Ketua maupun pengurus PPSM Mojokerto Raya mengenai tuntutan transparansi pengelolaan biaya organisasi nan disampaikan oleh para anggotanya. [tin/beq]
13 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·