27 Desa di Bangkalan Terancam Kekeringan, BPBD Siapkan 300 Ribu Liter Air Bersih

Sedang Trending 7 jam yang lalu

Ringkasan Berita:

  • BPBD Bangkalan memetakan 27 desa di 10 kecamatan nan berpotensi mengalami kekeringan.
  • Sebanyak 15.789 kepala family diperkirakan terdampak pada musim tandus 2026.
  • Sebanyak 17 desa masuk kategori rawan kekeringan tinggi.
  • BPBD menyiapkan 300 ribu liter air bersih dan armada tangki untuk pengedaran darurat.

Sampang (beritajatim.com) – Ancaman kekeringan mulai membayangi sejumlah wilayah di Kabupaten Bangkalan seiring masuknya musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan memetakan sedikitnya 27 desa nan berpotensi mengalami krisis air bersih dan telah menyiapkan 300 ribu liter air untuk mengantisipasi dampaknya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangkalan, Arif Rahman Surya Atmaja, mengatakan wilayah nan rawan kekeringan tahun ini tetap relatif sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebanyak 27 desa nan tersebar di 10 kecamatan masuk dalam peta kerawanan kekeringan.

“Total ada 15.789 kepala family nan berpotensi terdampak. Dari 27 desa tersebut, 17 desa di antaranya masuk kategori kekeringan tinggi,” ujar Arif, Senin (8/6/2026).

Puluhan desa tersebut tersebar di Kecamatan Blega, Arosbaya, Sepulu, Kokop, Tanah Merah, Konang, Galis, Geger, Kwanyar, dan Klampis.

Menurut Arif, sebagian besar sumber air masyarakat di wilayah tersebut berjuntai pada sumur tadah hujan. Saat musim tandus berjalan dalam waktu lama, persediaan air di sumur-sumur tersebut berangsur mengering sehingga penduduk kesulitan memperoleh air bersih.

Bahkan terdapat satu desa nan tidak mempunyai sumber mata air sama sekali sehingga menjadi wilayah nan paling rentan terdampak ketika tandus melanda.

“Kalau tandus panjang, desa itu sangat terdampak lantaran memang tidak mempunyai sumber mata air,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Bangkalan telah menyiapkan sekitar 300 ribu liter air bersih nan sewaktu-waktu dapat disalurkan kepada penduduk terdampak. Distribusi bakal dilakukan menggunakan armada truk tangki berkapasitas 5.000 hingga 6.000 liter.

Arif menjelaskan, masyarakat nan mulai mengalami kesulitan air bersih dapat melapor melalui pemerintah desa. Selanjutnya laporan bakal diteruskan ke kecamatan sebelum diajukan ke BPBD untuk mendapatkan support pengedaran air.

“Kami berambisi masyarakat proaktif melapor jika mulai mengalami kekurangan air bersih agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” ucapnya.

Meski musim tandus diperkirakan berjalan sejak Mei hingga Agustus 2026 dengan puncaknya pada Juli hingga Agustus, hingga saat ini BPBD Bangkalan mengaku belum menerima permintaan resmi support air bersih dari masyarakat.

Namun seluruh kebutuhan logistik dan armada penyalur telah disiagakan untuk menghadapi potensi kekeringan nan diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan ke depan. [sar/beq]

Selengkapnya
Sumber Berita Jatim
Berita Jatim
↑