Puluhan Siswa di Kokop Bangkalan Dilarikan ke Puskesmas Usai Santap MBG

Sedang Trending 6 jam yang lalu

Bangkalan (beritajatim.com) – Puluhan siswa dari beragam jenjang pendidikan di Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, dilarikan ke puskesmas setelah mengalami mual, muntah, dan pusing usai menyantap makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (04/06/2026) kemarin.

Sedikitnya 84 siswa tercatat mendapat penanganan medis dalam kejadian nan diduga merupakan kasus keracunan makanan tersebut.

Satgas MBG Bangkalan berbareng Dinas Kesehatan sekarang bergerak melakukan investigasi dengan mengamankan sampel makanan dan muntahan korban untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab kejadian.

Ketua Satgas MBG Bangkalan, Bambang Budi Mustika, mengatakan seluruh korban merupakan penerima faedah dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kokop.

SPPG alias dapur MBG tersebut melayani sekitar 3.700 penerima faedah dari beragam jenjang pendidikan, mulai PAUD, SD, SMP hingga SMA.

“Dari hasil pendataan kami, ada 84 siswa nan sempat mendapatkan penanganan di puskesmas. Saat ini investigasi tetap berlangsung,” kata Bambang, Jumat (05/06/2026).

Menurutnya, para siswa mengonsumsi menu berupa nasi putih, sate, acar, tempe goreng, dan semangka. Namun hingga sekarang belum dapat dipastikan makanan mana nan menjadi pemicu munculnya indikasi nan dialami para siswa.

Bambang mengungkapkan sebagian besar siswa mengaku makanan nan disajikan dalam kondisi baik dan tidak menimbulkan kecurigaan saat dikonsumsi.

“Mereka mengatakan makanannya lezat dan dimakan sampai habis. Namun sekitar satu jam setelah makan, mulai muncul keluhan mual, mau muntah, dan pusing,” ujarnya.

Selain siswa, seorang penduduk juga dilaporkan mengalami indikasi serupa setelah mengonsumsi makanan nan dibawa pulang oleh anaknya. Warga tersebut disebut mengalami muntah berulang kali.

Untuk mengungkap penyebab kejadian, Satgas MBG berbareng Dinas Kesehatan dan Puskesmas Kokop telah mengamankan sampel makanan serta muntahan korban. Seluruh sampel bakal diperiksa di laboratorium di Surabaya.

“Kami belum bisa menyimpulkan penyebabnya sebelum hasil uji laboratorium keluar. Semua tetap dalam tahap penyelidikan,” tegas Bambang.

Ia mengaku sempat mencurigai acar sebagai sumber masalah. Namun dugaan tersebut melemah setelah diketahui sebagian besar siswa nan mengalami indikasi justru tidak mengonsumsi acar.

“Kalau memandang keterangan siswa, banyak nan tidak suka acar. Karena itu kami tetap mendalami kemungkinan lain, termasuk sate, daging, maupun bumbunya,” katanya.

Satgas MBG juga melakukan pemeriksaan terhadap dapur SPPG Kokop, termasuk sistem pengolahan makanan dan akomodasi pendukungnya.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) tersedia, meski tetap menggunakan sistem lama dan sedang dalam proses penyesuaian dengan standar terbaru.

Hingga Kamis malam, sebagian besar siswa telah diperbolehkan pulang. Sementara pada Jumat pagi, tetap terdapat 12 siswa nan menjalani perawatan dan observasi medis.

“Kami terus melakukan pemantauan terhadap seluruh penerima faedah guna mengantisipasi munculnya indikasi serupa pada siswa lainnya,” ucapnya.[sar/ted]

Selengkapnya
Sumber Berita Jatim
Berita Jatim
↑