Pangdam V/Brawijaya Tinjau Lokasi Pembangunan Yonif TP Gunungsari Mojokerto

Sedang Trending 15 jam yang lalu

Mojokerto (beritajatim.com) – Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Rudy Saladin meninjau letak rencana pembangunan Yonif Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Yonif TP di Desa Gunungsari tersebut bakal menampung 600 prajurit.

Dalam kunjungan tersebut, Pangdam memastikan letak nan bakal menjadi markas batalyon baru itu dinilai strategis dan layak untuk mendukung pengembangan satuan militer sekaligus pembangunan wilayah.

Yonif TP Gunungsari bakal dibangun di atas lahan seluas 55,58 hektare milik Perhutani KPH Mojokerto nan berstatus Kawasan Hutan Tidak Produktif (KHTP).

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin menyampaikan bahwa letak nan dipilih mempunyai nilai strategis tinggi, baik dari aspek pertahanan maupun pengembangan wilayah.

“Lokasi ini sangat premium dan bagus. Secara geospasial juga cukup bagus. Jarak ke kampung sekitar 200 meter. Saya sudah tinjau dan setujui letak ini,” ungkapnya, Kamis (4/6/2026).

Ia menargetkan pembangunan tahap pertama alias Termin I dapat diselesaikan pada pertengahan Juli 2026. Pada tahap awal tersebut bakal dibangun sejumlah akomodasi utama, antara lain empat unit barak konvensional, dapur, kandang mobil perangkat berat, empat unit rumah dinas jenis 45, serta satu unit rumah dinas jenis 70.

Fasilitas ini dipersiapkan untuk menyambut kehadiran gelombang pertama pasukan nan dijadwalkan tiba pada 26 Juli 2026 dengan kekuatan sekitar 600 personel. Prajurit nan bakal datang sekitar tanggal 26 Juli kelak kurang lebih 600 orang. Dari semua nan sudah beroperasi, dampaknya luar biasa bagi masyarakat sekitar.

“Ekonomi menjadi bagus dan menggeliat. UMKM berkembang, upaya rumahan seperti laundry kiloan, cukur rambut, warung makan, hingga sektor pertanian semuanya berjalan,” jelasnya.

Sementara itu, Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf Abi Swanjoyo menjelaskan bahwa penetapan Desa Gunungsari sebagai letak pembangunan Yonif TP merupakan hasil kajian dan verifikasi berbareng tim Kementerian Pertahanan.

Lahan tersebut dinyatakan memenuhi syarat lantaran mempunyai kondisi relatif datar, kesiapan sumber air nan memadai, serta aksesibilitas nan baik menuju wilayah Mojokerto, Gresik, dan Surabaya.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat nan selama ini memanfaatkan lahan tersebut agar proses pembangunan dapat melangkah dengan baik dan memberikan faedah bagi semua pihak,” katanya.

Ke depan, area Yonif TP Gunungsari bakal dikembangkan menjadi kompleks militer terpadu nan dilengkapi beragam akomodasi penunjang, seperti perumahan dinas prajurit, instansi markas batalyon, lapangan olahraga, kolam renang, lapangan tembak, lapangan halang rintang, hingga sarana ibadah.

Usai meninjau letak pembangunan Yonif TP di Desa Gunungsari, Pangdam V/Brawijaya melanjutkan kunjungan kerjanya dengan meninjau Jembatan Perintis Garuda di Desa Mojosarirejo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. Dalam kesempatan tersebut, Pangdam meninjau kondisi bentuk jembatan dan spesifikasi pembangunan nan telah dikerjakan.

Jembatan Perintis Garuda merupakan prasarana penghubung nan dibangun untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat serta mendukung kelancaran aktivitas ekonomi warga. Peninjauan dilakukan guna memastikan pembangunan melangkah sesuai perencanaan dan memberikan faedah nyata bagi masyarakat.

Sebelum ditetapkan di Desa Gunungsari, letak pembangunan sempat direncanakan berada di Kecamatan Jatirejo dan Mojoanyar. Namun, setelah melalui beragam kajian dan pertimbangan, letak di Kecamatan Dawarblandong dipilih sebagai letak pembangunan batalyon tersebut.

Pembangunan Yonif TP Gunungsari merupakan bagian dari program pembangunan batalyon teritorial nasional tahap keempat. Pada tahap ini, sebanyak 17 batalyon dibangun di beragam wilayah di Indonesia, termasuk Kabupaten Mojokerto. Sebelumnya, program serupa telah direalisasikan di sejumlah wilayah Jawa Timur.

Seperti Bangkalan, Probolinggo, Bojonegoro, Lamongan, Tulungagung, Sumenep, Pacitan, dan Nganjuk.

Menurut Pangdam, kehadiran Yonif TP di beragam wilayah terbukti memberikan akibat positif bagi masyarakat sekitar. Selain memperkuat sistem pertahanan negara, keberadaan satuan baru juga bisa menggerakkan roda perekonomian lokal. [tin/ted]

Selengkapnya
Sumber Berita Jatim
Berita Jatim
↑