Mensos RI Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Pemutakhiran DTSEN di Pamekasan

Sedang Trending 4 jam yang lalu

Ringkasan Berita:

  • Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan pentingnya kerjasama lintas sektor untuk memperkuat pemutakhiran DTSEN.
  • Program support sosial kudu diarahkan pada pemberdayaan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
  • Keberhasilan DTSEN berjuntai pada kualitas info dari tingkat desa dan kelurahan serta peran operator desa dan pendamping sosial.

Pamekasan (beritajatim.com) – Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf menegaskan pentingnya kerjasama lintas sektor dalam mendukung program prioritas Presiden untuk memperkuat pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) guna mewujudkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) menuju kemandirian ekonomi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam aktivitas ‘Kolaborasi Program Prioritas Presiden dalam rangka Pemutakhiran DTSEN dan Membangun Sumber Daya Manusia Menuju Kemandirian Ekonomi’ di Auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, Jl Raya Panglegur KM 4 Tlanakan, Pamekasan, Madura, Minggu (10/5/2026).

Dalam aktivitas tersebut tampak datang Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman beserta sejumlah pejabat maupun ketua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, perwakilan DPRD Pamekasan Rektor UIN Madura, Saiful Hadi, undangan hingga ratusan personil Pendamping Keluarga Harapan (PKH) Pamekasan.

“Data sosial nan jeli menjadi fondasi utama dalam penyaluran support sosial agar tepat sasaran, sehingga pemerintah bakal tetap melakukan pembaruan DTSEN melalui kerjasama antara pemerintah pusat, daerah, operator desa, pendamping sosial, RT/RW hingga masyarakat secara partisipatif,” kata Saifullah Yusuf.

Selain itu pihaknya mengungkapkan jika program support sosial tidak boleh hanya berkarakter konsumtif, tetapi juga kudu menjadi jalan menuju pemberdayaan dan kemandirian ekonomi masyarakat nan berorientasi pada sektor kesejahteraan masyarakat.

“Oleh lantaran itu, program bansos ini perlu diiringi dengan penguatan kapabilitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan, dan pemberdayaan ekonomi family penerima manfaat, sehingga berakibat pada kemandirian masyarakat,” ungkap menteri sosial nan familiar disapa Gus Ipul.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menekankan keberhasilan pemutakhiran DTSEN sangat berjuntai pada kualitas info nan dihimpun dari tingkat desa dan kelurahan. “Karena itu, peran operator desa dan pendamping sosial menjadi sangat strategis dalam memastikan validitas info penerima support sosial,” tegasnya.

“Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sinergi nasional dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program sosial nan inklusif, transparan, dan berkelanjutan. Kami berambisi melalui kerjasama ini masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga bisa berkembang menjadi lebih berdikari secara ekonomi,” jelasnya.

Sementara pemutakhiran DTSEN tersebut bermaksud untuk menghasilkan info sosial-ekonomi masyarakat nan akurat, terpadu, dan mutakhir sebagai dasar penyusunan kebijakan pemerintah, khususnya dalam program support sosial dan pemberdayaan masyarakat khususnya di lingkungan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI).

Beberapa tujuan tersebut di antaranya memastikan support tepat sasaran, meningkatkan kecermatan info kemiskinan, integrasi info nasional, mendukung program prioritas Presiden, mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, mempercepat pengambilan kebijakan, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta menyesuaikan perubahan kondisi sosial masyarakat. [pin/suf]

Selengkapnya
Sumber Berita Jatim
Berita Jatim
↑