Ringkasan Berita:
- Anggota DPRD Jatim, Harisandi Savari, mengapresiasi kerjasama PWI Pamekasan dan seniman Boedy Madura melalui Sarasehan Budaya dan pameran lukisan di Hotel Odaita, menekankan pentingnya menjaga budaya lokal.
- Harisandi memuji integritas Boedy Madura nan tetap berkarya di era gempuran lukisan berbasis AI, menegaskan peran pelukis sebagai penjaga sejarah dan identitas budaya bangsa.
- Kolaborasi wartawan dan seniman dinilai strategis untuk memperkenalkan kearifan lokal Pamekasan, diharapkan memicu sinergi organisasi lain untuk mendukung seniman lokal.
Pamekasan (beritajatim.com) – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Harisandi Savari mengapresiasi kerjasama antara Peraturan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan berbareng Seniman Lukis Madura, Budi Hariyanto nan dikemas melalui Sarasehan Budaya, sekaligus pameran lukisan nan digelar di Hotel Odaita Pamekasan, Sabtu (16/5/2026).
Bahkan dirinya mengaku cukup kagum dengan integritas seorang Budi Hariyanto. “Pertama kami merasa salut dengan integritas seorang Boedy Madura (sapaan familiar Budi Hariyanto), beliau tetap eksis berkarya di tengah gempuran lukisan nan memanfaatkan (aplikasi) AI,” kata Harisandi Savari.
“Kami rasa langkah PWI Pamekasan merangkul pelaku seni ini merupakan sebuah terobosan positif dalam rangka merawat kekayaan budaya Madura, perihal ini tentunya parut diapresiasi,” sambung politisi muda Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Selain itu, laki-laki nan tercatat sebagai Ketua Kadin Pamekasan, Periode 2021-2026, juga mengakui peran dari seorang seniman dalam menjaga kelestarian budaya daerah. “Peran seniman khususnya pelukis, tidak boleh dipandang sebelah mata. Sebab karya seni bukan sekedar coretan warna di atas kanvas, melainkan rekam jejak sejarah sebuah bangsa,” ungkapnya.
“Artinya pelukis itu penjaga peradaban dan kebudayaan melalui karya-karyanya, mereka merekam realitas, merawat nilai-nilai luhur, dan mewariskan identitas budaya kita kepada generasi mendatang,” sambung mantan Reporter Beritajatim.com nan sempat bekerja di wilayah Pamekasan.
Selain itu, kerjasama antara insan pers dan seniman mempunyai kekuatan besar. Wartawan dengan narasinya dan pelukis dengan visualnya dapat menjadi kombinasi kuat untuk mengenalkan potensi serta kearifan lokal Pamekasan ke kancah nan lebih luas.
“Oleh lantaran itu kami sangat berambisi sinergi seperti ini terus bersambung dan memicu lembaga alias organisasi lain di Pamekasan untuk turut memberikan ruang bagi para seniman lokal agar bisa terus berkarya dan menjaga degub nadi kebudayaan Madura,” pungkasnya. [pin/suf]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·