Ringkasan Berita:
- Jumlah jemaah haji asal Pamekasan nan wafat di Tanah Suci turun dari empat orang pada 2025 menjadi satu orang pada musim haji 2026.
- Satu-satunya jemaah nan meninggal adalah Muhammad Muntaha namalain Naji Awi dari Desa Banyupelle, Kecamatan Palengaan.
- Sebanyak 1.384 jemaah haji asal Pamekasan telah kembali ke wilayah pada 20-21 Juni 2026.
- Meski 782 jemaah masuk kategori akibat tinggi, penyelenggaraan ibadah haji tahun ini melangkah lancar.
Pamekasan (beritajatim.com) – Jumlah jemaah haji asal Kabupaten Pamekasan nan meninggal bumi saat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci pada musim haji 2026 mengalami penurunan signifikan. Dari empat jemaah nan wafat pada musim haji tahun sebelumnya, tahun ini hanya satu jemaah nan dilaporkan meninggal bumi alias turun sekitar 75 persen.
Jemaah nan meninggal tersebut adalah Muhammad Muntaha namalain Naji Awi, penduduk Dusun Bu’tana, Desa Banyupelle, Kecamatan Palengaan. Almarhum tergabung dalam golongan terbang (kloter) 76.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Pamekasan, Abdul Halim, mengatakan sepanjang penyelenggaraan ibadah haji tahun ini hanya satu jemaah asal Pamekasan nan meninggal bumi di Arab Saudi.
“Untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, tercatat hanya satu jemaah nan meninggal bumi di tanah suci, ialah Naji Awi asal Banyupelle, Palengaan, alias jemaah nan tergabung dalam kloter 76,” kata Abdul Halim, Senin (22/6/2026).
Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibanding musim haji 2025. Saat itu tercatat empat jemaah haji asal Pamekasan meninggal bumi selama menjalankan rangkaian ibadah di Arab Saudi, ialah Maridah Rabbisin Asdin, Hasiyah binti Habidin, Moetia binti Kacel, dan Usman Hadji Fajari.
Menurut Abdul Halim, penurunan jumlah jemaah nan wafat menjadi berita baik bagi family jemaah maupun penyelenggara ibadah haji.
“Artinya jumlah jemaah haji wafat asal Pamekasan pada 2026 tercatat lebih sedikit tiga orang dibanding penyelenggaraan haji tahun lalu. Penurunan nomor ini menjadi berita nan cukup menggembirakan bagi family jemaah maupun penyelenggara haji,” ungkapnya.
Ia menilai capaian tersebut tidak lepas dari upaya beragam pihak dalam melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan jemaah selama berada di Tanah Suci, terutama bagi jemaah nan masuk kategori berisiko tinggi.
“Secara keseluruhan, komparasi info menunjukkan bahwa jumlah jemaah haji asal Pamekasan nan wafat di Tanah Suci mengalami penurunan dari empat orang pada 2025 menjadi satu orang pada 2026, alias turun sekitar 75 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” jelasnya.
Abdul Halim juga berterima kasih lantaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini melangkah lancar meski dari total 1.384 jemaah asal Pamekasan, sebanyak 782 orang masuk kategori akibat tinggi dan memerlukan pendampingan unik selama menjalankan ibadah haji 1447 Hijriah.
Seluruh jemaah tersebut diberangkatkan dalam empat golongan terbang, ialah Kloter 73 sebanyak 309 jemaah, Kloter 74 sebanyak 325 jemaah, Kloter 75 sebanyak 376 jemaah, dan Kloter 76 sebanyak 374 jemaah.
“Alhamdulilah, semuanya sudah tiba di Pamekasan sejak tanggal 20 hingga 21 Juni 2026 kemarin. Terima kasih atas semua partisipasi dan kerjasama dari semua stakeholder maupun petugas mengenai nan ikut serta menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, dan semoga para jemaah haji mendapatkan predikat haji mabrur,” pungkasnya. [pin/beq]
13 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·