Gus Ipul Ajak Pengasuh Pesantren di Madura Bersama Sukseskan Program Prioritas Presiden

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Pamekasan (beritajatim.com) – Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI), Saifullah Yusuf alias biasa disapa Gus Ipul, membujuk para pengasuh pesantren di Madura, agar ikut serta menyukseskan program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto, khususnya memperkuat pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Hal tersebut disampaikan dalam aktivitas ‘Kolaborasi Program Prioritas Presiden dalam rangka Pemutakhiran DTSEN dan Membangun Sumber Daya Manusia Menuju Kemandirian Ekonomi’ di Auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, Jl Raya Panglegur KM 4 Tlanakan, Pamekasan, Madura, Minggu (10/5/2026).

Dalam aktivitas tersebut tampak datang Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman beserta sejumlah pejabat maupun ketua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, perwakilan DPRD Pamekasan Rektor UIN Madura, Saiful Hadi, undangan hingga ratusan personil Pendamping Keluarga Harapan (PKH) Pamekasan.

Selain itu juga datang sejumkah pengasuh pesantren di Madura, para camat, lurah dan kepala desa (kades), operator desa hingga perwakilan Lembaga Kesejahteraan Sosial. “Kami mau membujuk para ustad sekalian untuk ikut menyukseskan pemutakhiran data, jika ustad punya santri, santri punya info silahkan dimasukkan ke sistem info nan kami punya,” kata Saifullah Yusuf.

“Bagaimanapun info ini sangat krusial dalam penyelenggaraan program, sehingga pemutakhiran DTSEN sangat krusial dilakukan agar info jeli dan tepat sasaran. Alhamdulillah, Pamekasan termasuk salah satu kabupaten nan peduli terhadap data,” ungkapnya.

Proses pemutakhiran DTSEN bisa diterapkan melalui dua jalur berbeda, masing-masing jalur umum dari RT/RW dan Lurah alias Kades, dilanjutkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten/Kota dan Provinsi, serta ditetapkan kepala wilayah setempat. “Selain jalur umum juga ada jalur partisipasi nan bisa diakses oleh siapapun, baik melalui aplikasi Cek Bansos, pendamping, Command Center maupun WA Center,” jelasnya.

“Tidak kalah krusial kami juga membujuk seluruh pengasuh pondok pesantren, agar ikut mendampingi penyelenggaraan program Sekolah Rakyat di Madura. Karena itu, kami minta angan restu untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Madura, kami minta didampingi, kami minta diberi saran, kritik dan masukan,” sambung Gus Ipul.

Selain itu, pihaknya juga membujuk para ustad maupun tokoh untuk ikut serta memperkuat pendidikan kepercayaan di Sekolah Rakyat, dengan melibatkan ustadz alias para pengajar kepercayaan dalam pembinaan karakter siswa.

“Kedepan kami mau para ustad untuk bisa memperkuat di boarding school, boarding-nya ini pembinaan karakter, dan insya’ Allah secara bergantian mungkin ustadz-ustadz pendidik nan ditunjuk untuk bisa mengisi,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul beserta rombongan disambut dengan penampilan campuran dari siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 49 Sumenep, dan siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 29 Pamekasan.

Para siswa tampak antusias memberikan penampilan terbaiknya, mulai dari hadrah, pembacaan ayat suci Al-Quran, pidato, paduan suara, hingga puisi. Bahkan para pembimbing juga ikut menampilkan simulasi model pembelajaran digital menggunakan smart board. [pin/but]

Selengkapnya
Sumber Berita Jatim
Berita Jatim
↑