Diduga Tak Dilayani, Pelayanan Poli Jiwa RSU Ketapang Dikeluhkan Keluarga Pasien

Sedang Trending 4 jam yang lalu

Sampang (beritajatim.com) – Pelayanan Rumah Sakit Umum (RSU) Ketapang kembali menjadi sorotan. Keluarga seorang pasien mengeluhkan buruknya pelayanan di Poli Jiwa.

Meski telah datang sesuai agenda nan diarahkan dokter, pasien tidak mendapatkan pelayanan hingga kudu pulang dengan kecewa.

Berdasarkan keterangan keluarga, mereka tiba di RSU Ketapang sekitar pukul 14.00 WIB sesuai agenda nan telah disepakati. Namun hingga pukul 17.00 WIB, master ahli jiwa nan ditunggu tidak kunjung memberikan pelayanan.

Hadi Mustofa, relawan kesehatan nan saat itu mendampingi pasien, mengaku sangat kecewa atas kejadian tersebut.

Menurutnya, pasien dan family telah menunggu selama tiga jam tanpa adanya kejelasan dari pihak rumah sakit.

“Kami sudah menunggu lama, tetapi dokternya tidak ada. Padahal saat itu tetap dalam jam pelayanan,” ujar Hadi.

Karena tidak kunjung mendapat kepastian, family akhirnya memutuskan membawa pulang pasien tanpa sempat menjalani pemeriksaan.

“Harapan untuk berobat justru berhujung dengan kekecewaan. Keluarga kudu pulang tanpa mendapatkan pelayanan setelah menunggu berjam-jam,” katanya.

Keluhan tersebut kemudian menjadi perhatian publik setelah diunggah melalui akun TikTok milik relawan nan mendampingi pasien.

Menanggapi perihal itu, Wakil Ketua DPRD nan berkawan disapa Bung Fafan menilai persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele.

Menurutnya, pelayanan kesehatan, terlebih di Poli Jiwa, semestinya menjadi prioritas lantaran menyangkut kewenangan masyarakat untuk memperoleh jasa medis.

“Ini persoalan serius. Masyarakat datang ke rumah sakit untuk berobat, bukan untuk menunggu tanpa kepastian. RS Ketapang sudah mempunyai Poli Jiwa, jangan sampai justru pelayanannya nan ‘mengalami gangguan jiwa’,” sindirnya.

Bung Fafan mengaku telah menghubungi Direktur RSU Ketapang, dr. Soekarno, guna meminta penjelasan mengenai tidak hadirnya master ahli jiwa tersebut.

Berdasarkan hasil komunikasi, pihak kepala mengaku turut terkejut lantaran master tersebut diketahui datang ke rumah sakit, namun tidak memberikan pelayanan kepada pasien.

Selain itu, kepala juga menyampaikan bahwa pihak manajemen sebelumnya telah memanggil master nan berkepentingan dan memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya mulai Juli mendatang dengan argumen efisiensi anggaran akibat kondisi defisit.

“Namun saya juga kaget jika rupanya kemarin dia tidak praktik. Saya tetap mencoba menghubungi nan bersangkutan, tetapi hingga sekarang belum mendapat respons,” ujar Bung Fafan sembari menunjukkan bukti hasil konfirmasinya dengan pihak Direktur. [sar/but]

Selengkapnya
Sumber Berita Jatim
Berita Jatim
↑