Ringkasan Berita:
- Bank UMKM Jatim dan Pemkab Bangkalan meluncurkan program angsuran UMKM kembang 0 persen.
- Program tersebut didukung subsidi APBD Bangkalan sebesar Rp1,2 miliar.
- Pelaku UMKM bisa mengakses pinjaman Rp5 juta hingga Rp20 juta dengan tenor 12 bulan.
- Lebih dari 600 pelaku UMKM diperkirakan mendapat faedah dari program ini.
Bangkalan (beritajatim.com) – PT BPR Jatim (Perseroda) alias Bank UMKM Jatim kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dengan meluncurkan program subsidi kembang angsuran 0 persen bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bangkalan.
Program hasil kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bangkalan tersebut resmi diluncurkan pada Senin (18/05/2026) dan diharapkan bisa mendorong pertumbuhan UMKM agar lebih mandiri, tangguh, serta berkekuatan saing.
Direktur Utama Bank UMKM Jatim, Irwan Eka Wijaya Arsyad, menyebut program tersebut merupakan corak komitmen nyata pemerintah wilayah dalam meningkatkan kapabilitas pelaku upaya mikro.
“Ini adalah komitmen nan luar biasa dari Pemkab Bangkalan untuk meningkatkan kapabilitas pelaku UMKM. Suku kembang angsuran nan semestinya dibayar pengguna sebesar 9,5 persen, sekarang menjadi 0 persen lantaran adanya subsidi penuh dari pemerintah daerah. Kami siap mengawal penyalurannya agar tepat sasaran,” ujar Irwan.
Program ini didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui alokasi APBD sebesar Rp1,2 miliar nan dikhususkan untuk subsidi kembang angsuran UMKM.
Melalui skema tersebut, pelaku upaya nan sebelumnya dikenakan kembang angsuran sebesar 9,5 persen sekarang dapat menikmati akomodasi pinjaman tanpa kembang lantaran seluruh beban kembang ditanggung pemerintah daerah.
Apresiasi terhadap program ini juga datang dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bangkalan. Program stimulus ekonomi tersebut dinilai menjadi solusi konkret nan sangat dibutuhkan pelaku upaya mini untuk mengembangkan bisnisnya.
Irwan menjelaskan, akomodasi angsuran nan ditawarkan berkisar antara Rp5 juta hingga Rp20 juta dengan tenor pinjaman selama 12 bulan.
Adapun syarat penerima faedah diprioritaskan bagi pelaku UMKM nan mempunyai KTP Bangkalan dan menjalankan upaya aktif di wilayah Kabupaten Bangkalan.
Dengan total anggaran subsidi sebesar Rp1,2 miliar, diperkirakan lebih dari 600 pelaku UMKM dapat menikmati akses angsuran tanpa kembang tersebut.
“Jika satu pelaku UMKM dapat menikmati akomodasi ini, dampaknya bisa dua hingga tiga kali lipat lantaran bakal ikut menggerakkan ekonomi family serta membuka kesempatan lapangan kerja baru di sekitarnya,” tambah Irwan.
Sebagai penanda dimulainya program, dilakukan penyerahan angsuran secara simbolis kepada 10 pelaku UMKM dari beragam sektor usaha, mulai dari upaya cuci motor, jasa servis elektronik, hingga industri makanan dan minuman.
Sementara itu, Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menegaskan pemerintah wilayah kudu datang secara nyata untuk mendorong UMKM naik kelas lantaran sektor tersebut menjadi penopang utama perekonomian wilayah maupun nasional.
“Keadaan perekonomian negara kita sering kali tetap kuat lantaran UMKM nan tangguh. Maka dari itu pemerintah kudu hadir. Harapannya program ini membikin UMKM berkembang, dan jika serapannya sukses serta berakibat positif, bakal kami tambah lagi anggarannya pada tahun depan,” tegas Lukman.
Ia juga meminta dinas mengenai tidak hanya konsentrasi pada support permodalan, tetapi turut memberikan pendampingan upaya secara menyeluruh, mulai dari konsultasi upaya hingga akses pasar modern.
“Bukan hanya anggaran, tetapi pendampingan pasca-kredit juga sangat penting. Mulai dari konsultasi usaha, pengurusan label halal, SNI, hingga gimana produk UMKM Bangkalan bisa masuk ke pasar modern. Kita mau mereka betul-betul naik kelas dan menjadi tulang punggung perekonomian daerah,” lanjutnya.
Di akhir sambutannya, Lukman menyampaikan apresiasi kepada Bank UMKM Jatim atas sinergi nan terjalin untuk mendukung penguatan sektor UMKM di Bangkalan.
“Terima kasih kepada Bank UMKM Jatim nan telah bekerja-sama aktif membantu peningkatan kelas UMKM di Bangkalan. Semoga ke depan kerja sama strategis ini semakin ditingkatkan sehingga kehadiran BUMD dan Pemerintah Daerah betul-betul dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat,” pungkasnya.
Melalui program subsidi kembang 0 persen tersebut, Bank UMKM Jatim dan Pemkab Bangkalan optimistis bisa menciptakan suasana upaya nan lebih kondusif di Madura sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis UMKM. [beq]
20 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·