Akademisi: Kepala Bappeda Jatim Wajib Paham Karakter Budaya Lokal

Sedang Trending 9 jam yang lalu

Ringkasan Berita:

  • Akademisi Umsura menilai Kepala Bappeda Jatim kudu memahami karakter budaya lokal Jawa Timur.
  • Jawa Timur mempunyai lima area budaya dengan pendekatan pembangunan nan berbeda.
  • Sensitivitas sosial dinilai sama pentingnya dengan kompetensi teknis dalam menyusun kebijakan publik.
  • Bursa Kepala Bappeda Jatim sekarang mengerucut pada dua nama, ialah Iwan dan Hendro Gunawan.

Surabaya (beritajatim.com) – Pemilihan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Timur dinilai tidak cukup hanya mengandalkan kompetensi administratif. Jabatan strategis nan menentukan arah pembangunan wilayah itu juga menuntut figur nan memahami karakter budaya lokal agar kebijakan nan dirumuskan bisa menjawab kebutuhan masyarakat di beragam wilayah.

Akademisi Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Khoirul Anam, mengatakan Jawa Timur mempunyai lima area budaya dengan karakter komunikasi dan dinamika sosial nan berbeda, ialah Arek, Mataraman, Madura, Tapal Kuda, dan Pantura. Keragaman tersebut kudu menjadi pertimbangan utama dalam menyusun perencanaan pembangunan.

“Keberhasilan pembangunan ditentukan keahlian memahami konteks sosial, budaya, politik, dan izin nan menjadi landasan penyelenggaraan pemerintahan daerah,” kata Khoirul di Surabaya, Sabtu (13/6/2026).

Khoirul nan juga Direktur Eksekutif Pusat Studi Politik dan Transformasi Sosial (Puspolnas) Umsura menilai, penguasaan terhadap izin wilayah kudu melangkah beriringan dengan pemahaman terhadap karakter masyarakat di setiap kawasan.

Menurutnya, kebijakan publik nan responsif hanya dapat lahir andaikan perumus kebijakan memahami kondisi sosial dan lingkungan tempat kebijakan tersebut bakal diterapkan.

“Kebijakan nan responsif hanya dapat lahir dari pemahaman nan mendalam terhadap lingkungan sosial dan norma tempat kebijakan tersebut diterapkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kepala Bappeda mempunyai peran sentral dalam menentukan arah pembangunan wilayah lantaran menjadi bagian dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Posisi tersebut mengharuskan kepala Bappeda berkomunikasi secara intensif dengan DPRD, organisasi perangkat daerah, hingga beragam komponen masyarakat.

Karena itu, keahlian membangun komunikasi dengan para pemangku kepentingan menjadi aspek krusial agar setiap program pembangunan memperoleh support luas dan melangkah sesuai target.

Khoirul menilai, kegagalan penerapan sebuah program sering kali dipicu lemahnya komunikasi antarpemangku kepentingan, bukan semata-mata lantaran kualitas perencanaannya.

“Kompetensi teknis tanpa sensitivitas lokal berisiko melahirkan kebijakan nan baik secara konseptual, tetapi kurang efektif dalam implementasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, sistem meritokrasi tetap menjadi referensi dalam pengisian kedudukan pemerintahan. Namun, kehadiran birokrat nan telah memahami karakter sosial dan budaya Jawa Timur bakal menjadi nilai tambah dalam memimpin Bappeda.

Menurutnya, andaikan kedudukan strategis tersebut diisi figur dari luar daerah, masyarakat dapat mempertanyakan efektivitas pembinaan sumber daya aparatur di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Ini dapat menjadi sirine bahwa investasi pengembangan talenta aparatur wilayah perlu dievaluasi agar bisa melahirkan pemimpin birokrasi lokal,” tutup Khoirul.

Berdasarkan catatan beritajatim.com, kedudukan Kepala Bappeda Jawa Timur saat ini tetap diisi oleh pelaksana tugas (Plt) M Yasin nan juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jawa Timur.

Sedikitnya terdapat lima nama nan sebelumnya masuk bursa calon Kepala Bappeda Jatim, ialah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim Iwan, Inspektur Provinsi Jatim Hendro Gunawan, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jatim Ramliyanto, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim Muhammad Isa Anshori, serta Kepala Dinas Perhubungan Jatim Nyono.

Selain itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai juga sempat disebut sebagai salah satu kandidat. Namun, berasas info terakhir nan diterima beritajatim.com, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa diperkirakan tetap mempertahankan Aries sebagai Kepala Dinas Pendidikan.

Sementara itu, perkembangan terbaru menunjukkan persaingan bursa Kepala Bappeda Jatim mulai mengerucut kepada dua kandidat, ialah Kepala Disperindag Jatim Iwan dan Inspektur Provinsi Jatim Hendro Gunawan. Keduanya disebut menjadi figur nan mempunyai kesempatan besar mengisi kedudukan strategis nan mengendalikan arah perencanaan pembangunan Provinsi Jawa Timur. [ipl/beq]

Selengkapnya
Sumber Berita Jatim
Berita Jatim
↑