Bangkalan (beritajatim.com) – Kualitas beras support pangan (Banpang) nan diterima puluhan desa di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, menuai sorotan.
Beras nan semestinya dibagikan kepada penduduk kurang bisa itu disebut berwarna kuning kecokelatan dan mengeluarkan aroma tidak sedap sehingga ditolak oleh pemerintah desa.
Kepala Desa Pangeleyan, Zaiqulhak Alfarisi, mengatakan kondisi beras nan diterima jauh dari standar layak konsumsi. Karena itu, pihak desa memilih mengembalikan beras tersebut kepada pihak distributor. “Berasnya seperti pakan ternak. Tidak layak konsumsi,” ujar Alfarisi, Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, kualitas beras nan jelek tidak hanya ditemukan di Desa Pangeleyan. Sedikitnya 23 desa di Kecamatan Tanah Merah mengeluhkan kondisi nan sama dan menolak menerima support tersebut. “Warnanya kuning kecokelatan. Kasihan penduduk jika menerima beras seperti itu,” katanya.
Menanggapi keluhan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Bangkalan, CHK Karyadinata, memastikan beras nan dipersoalkan bakal diganti oleh Bulog.
“Koordinasi sudah dilakukan dengan Bulog dan saat ini tetap menunggu stok baru datang untuk dilakukan penggantian,” ujarnya.
Karyadinata mengakui kualitas beras nan diterima masyarakat berbeda dengan sampel nan sebelumnya diperiksa oleh pemerintah daerah. Saat dilakukan pengecekan sampel, kondisi beras dinilai tetap baik. “Ya lantaran sampling, jadi bagus,” katanya.
Untuk memastikan kualitas support pangan tetap terjaga, DP2KP Bangkalan bakal melakukan pemantauan pengedaran beras support di wilayah lain. Pengawasan dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada penyaluran berikutnya.
Sementara itu, hingga buletin ini ditulis, pihak Bulog Madura belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab kualitas beras support nan ditolak puluhan desa tersebut. [sar/kun]
5 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·