TPID Sumenep Pastikan Stok Sembako Aman Jelang Iduladha, Warga Diminta Tak Panic Buying

Sedang Trending 12 jam yang lalu

Ringkasan Berita:

  • TPID Sumenep melakukan pengecekan nilai dan stok sembako di Pasar Anom.
  • Stok kebutuhan pokok jelang Iduladha dipastikan aman.
  • Harga cabe rawit dan bawang merah mengalami kenaikan.
  • Pedagang Minyakita diminta tetap menjual sesuai HET pemerintah.

Sumenep (beritajatim.com) – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumenep turun langsung ke Pasar Anom nan menjadi pasar induk di wilayah setempat untuk memantau nilai dan stok bahan pokok menjelang Hari Raya Iduladha.

Sekretaris TPID Kabupaten Sumenep, Dadang Dedi Iskandar, mengatakan pengecekan dilakukan guna memastikan kesiapan sembako tetap kondusif dan masyarakat tidak perlu khawatir.

“Dari hasil pengecekan tadi, kami pastikan bahwa stok sembako jelang Iduladha di Sumenep aman. Jadi masyarakat tidak perlu resah. Jangan panic buying. Berbelanjalah dengan bijak, sesuai kebutuhan,” katanya, Jumat (22/5/2026).

Dari hasil pemantauan di lapangan, TPID menemukan beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, terutama cabe rawit dan bawang merah.

Harga cabe rawit saat ini berada di kisaran Rp95 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram.

Sementara bawang merah dijual sekitar Rp50 ribu per kilogram.

Menurut Dadang, bawang merah nan beredar di Pasar Anom sebagian besar didatangkan dari Probolinggo lantaran produksi bawang merah lokal tetap belum memasuki masa panen.

“Bawang merah sebelumnya Rp45 ribu. Ngambilnya dari Probolinggo. Kalau nan lokal tetap belum panen,” terangnya.

Selain memantau nilai sembako, TPID juga melakukan pengawasan terhadap penjualan Minyakita nan disalurkan melalui Bulog.

Para pedagang diminta tetap menjual Minyakita sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) nan telah ditetapkan pemerintah, ialah Rp15.700 per liter.

Dadang menegaskan pihaknya bakal memberikan hukuman berjenjang andaikan ditemukan pedagang nan menjual Minyakita di atas nilai HET.

“Kalau ada pedagang nan menjual dengan nilai di atas HET, maka bakal kami kenakan hukuman bertahap. Tapi ini tadi semua pedagang menjual Minyakita nan dari Bulog sesuai HET,” pungkasnya. [tem/beq]

Selengkapnya
Sumber Berita Jatim
Berita Jatim
↑