Libatkan 539 Personil Gabungan, Polres Pamekasan Terapkan Rekayasa Arus Lalin Saat Pemberangkatan JCH

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Pamekasan (beritajatim.com) – Satlantas Polres Pamekasan, berencana menerapkan pengalihan namalain rekayasa arus lampau lintas dalam rangka pemberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) nan dijadwalkan berangkat secara terpusat di Masjid Agung Asy-Syuhada’ Pamekasan, Minggu (10/5/2026) mendatang.

Penerapan pengalihan arus lampau lintas tersebut dilakukan dalam rangka mengantisipasi sekaligus pengamanan keberangkatan sebanyak 1.348 JCH Pamekasan, terlebih proses pemberangkatan dijadwalkan maraton sesuai empat golongan terbang (kloter) berbeda.

“Pengamanan ini bakal kita terapkan mulai pukul 21:00 WIB, pada Sabtu (9/5/2026). Pemberangkatan jemaah dimulai pukul 3:00 WIB untuk kloter 73, disusul kloter 74 pada pukul 9:30 WIB, kloter 75 pukul 10:30 WIB, serta kloter 76 pada pukul 13:00 WIB,” kata KBO Satlantas Polres Pamekasan, IPDA Yoyok Tri Cahyono, Kamis (7/5/2026).

Dalam proses pengamanan tersebut, pihaknya melibatkan sebanyak 539 personil campuran lintas lembaga nan bakal disebar di beragam titik di wilayah setempat. “Selain itu, kami juga siapkan empat unit mobil pengawalan dari Satlantas, serta empat unit mobil pengawal penutup dari Satsamapta,” ungkapnya.

“Ramp check sudah dilakukan berbareng Dishub Pamekasan terhadap bus nan bakal digunakan, ialah dari PO Mandala dan PO Kalisari. Selain itu, kami juga bakal melakukan tes kesehatan dan tes urine terhadap kru bus guna memastikan kesiapan pengemudi,” sambung IPDA Yoyok.

Sementara untuk pengalihan arus lampau lintas bakal dilakukan dalam dua sesi, ialah sesi pertama pukul 21.00 hingga 06.00 WIB dan sesi kedua mulai pukul 06.00 WIB hingga seluruh rangkaian keberangkatan selesai.

Pengalihan arus diberlakukan di sejumlah titik jalur terluar, di antaranya Pos 1 Perempatan Jokotole, Pos 2 Pertigaan Gurem, Pos 3 Perempatan Pegadaian, Koramil Kota, Simpang Tiga Goyang Lidah, Simpang Tiga Food Colony, Simpang Empat Bina Marga Jokotole, Simpang Tiga Cemerlang, serta Simpang Tiga Cokroatmojo Jalan Diponegoro.

Bahkan untuk masing-masing pos, pihaknya juga menempatkan minimal dua personil lampau lintas nan diperkuat oleh personel Polres, Polsek, Dishub, Kodim, dan Satpol PP. “Jalur terluar bakal kami batasi unik bagi kendaraan pengantar jemaah agar tidak terjadi kepadatan,” jelasnya.

“Tidak hanya itu, kami juga menyediakan jasa ojek cuma-cuma nan melibatkan Polwan dan Polki bagi jemaah nan membutuhkan, termasuk kendaraan roda empat dan ambulans untuk jemaah dengan kondisi unik seperti pengguna bangku roda,” imbuhnya.

Karena itu pihaknya mengimbau masyarakat, khususnya para pengantar JCH agar selalu tertib dan menjaga kondusifitas. “Kami imbau kepada para pengantar jemaah agar membatasi jumlah kendaraan, serta selalu berhati-hati dan mematuhi rambu lampau lintas selama proses keberangkatan berlangsung,” pungkasnya. [pin/kun]

Selengkapnya
Sumber Berita Jatim
Berita Jatim
↑