BPBD Pamekasan Kembali Ingatkan Masyarakat Waspada El Nino

Sedang Trending 14 jam yang lalu

Pamekasan (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim tandus 2026 nan diprediksi lebih panjang dibanding tahun sebelumnya. Bahkan cuaca panas juga berpotensi lebih terasa akibat kejadian El Nino.

Berdasarkan prediksi BMKG, wilayah Pamekasan dan sekitarnya mulai memasuki musim tandus dengan curah hujan nan terus menurun dalam beberapa pekan terakhir, khususnya ketika memasuki pertengahan Mei 2026.

“Saat ini kami sudah melakukan sejumlah persiapan sekaligus pemetaan wilayah rawan kekeringan untuk mengantisipasi akibat kekeringan akibat tandus musim ini. Terlebih kondisi tandus 2026 diprediksi berbeda dibanding tahun sebelumnya,” kata Plt Kalaksa BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, Rabu (20/5/2026).

Pada 2025, tandus berjalan relatif singkat dan tetap disertai curah hujan sedang. Namun tahun ini terdapat potensi El Nino nan menyebabkan musim tandus lebih panjang serta suhu udara lebih panas. “Tahun ini ada potensi El Nino, sehingga prediksi tandus bakal lebih panjang dan lebih panas dibanding tahun sebelumnya,” ungkapnya..

“Saat ini kami sudah melakukan pemetaan internal berdasar historis kekeringan dan kondisi geografis di sejumlah kecamatan. Dari info awal, diperkirakan sekitar 272 dusun di 78 desa berbeda berpotensi terdampak kekeringan, nyaris sama dengan tahun sebelumnya,” imbuhnya.

Langkah lainnya juga sudah disiapkan, seperti pendistribusian air bersih hingga penyediaan tempat penampungan air nan dapat dimanfaatkan masyarakat secara kolektif. Termasuk meminta support dari Pemerintah Provisi (Pemprov) Jawa Timur, seiring dengan potensi tandus tahun ini diprediksi lebih panjang dari tahun sebelumnya.

“Tahun kemarin itu tandus basah, sementara tahun ini ada prediksi El Nino nan cukup besar. Tetapi kami tetap bakal melakukan verifikasi ke lapangan agar support nan diberikan tepat sasaran,” jelasnya.

Seyogyanya upaya penanganan kekeringan di wilayah setempat, sudah dilakukan oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) melalui program pengeboran sumber air di sejumlah titik di Pamekasan. Namun kondisi alam dan curah hujan nan berbeda membikin akibat kekeringan tiap tahun tidak bisa disamakan.

“Oleh lantaran itu kami mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kesehatan di tengah cuaca panas ekstrem dengan memperbanyak konsumsi air putih dan mengurangi aktivitas luar ruangan pada pukul 10.00 hingga 15.00 WIB nan menjadi puncak suhu panas. Selain itu kami juga meminta agar menggunakan air secara bijak, agar kebutuhan selama musim tandus tetap tercukupi,” pungkasnya. [pin/kun]

Selengkapnya
Sumber Berita Jatim
Berita Jatim
↑