Bangkalan (beritajatim.com) – Persoalan sampah di Kabupaten Bangkalan hingga sekarang tetap menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.
Dalam beberapa waktu terakhir, penumpukan sampah terjadi di sejumlah titik dan dikeluhkan masyarakat lantaran memicu aroma tidak sedap serta mengganggu kebersihan lingkungan. Kondisi tersebut diperparah dengan keterbatasan letak pembuangan dan pengelolaan sampah nan memadai.
Pemerintah Kabupaten Bangkalan pun mulai menyiapkan langkah penanganan jangka pendek maupun jangka panjang untuk mengatasi persoalan tersebut.
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengatakan proses penyelesaian persoalan sampah saat ini tetap berjalan dan ditargetkan segera tuntas dalam beberapa hari ke depan.
“Dan mengenai itu kita tetap dalam upaya penyelesaian dan mungkin satu dua hari ini selesai. Nanti kita bakal menyelesaikan masalah sampah,” ujar Lukman Hakim, Sabtu (16/05/2026).
Selain penanganan sementara, Pemkab Bangkalan juga menyiapkan akomodasi pengelolaan sampah permanen milik pemerintah daerah. Saat ini proses pembebasan lahan tetap berjalan.
Salah satu letak nan dipersiapkan berada di area eks terminal Suramadu. Menurut Lukman, letak tersebut nantinya bukan hanya menjadi tempat pembuangan akhir, melainkan pusat pengelolaan sampah modern berbasis nonresidu.
“Iya, kita menyiapkan nan eks terminal itu. Kalau untuk pembuangan kan enggak mungkin, kudu ada pengelolaan,” katanya.
Pemkab Bangkalan apalagi telah mengalokasikan anggaran perubahan tahun ini untuk pengadaan perangkat dan mesin pengelolaan sampah di letak tersebut.
Konsep nonresidu dipilih agar seluruh sampah dapat diolah tanpa menyisakan limbah nan berpotensi menimbulkan pencemaran maupun bau.
“Karena nonresidu kelak rencana di situ. Tidak boleh ada sampah nan tidak terkelola. Jadi tidak bakal ada potensi aroma dan sebagainya,” jelasnya.
Selain eks terminal Suramadu, pemerintah wilayah juga menyiapkan lahan lain di wilayah utara Bangkalan. Lahan seluas sekitar lima hektare itu saat ini tetap dalam proses manajemen dan pembayaran. “Yang di utara juga lahannya tetap proses. Secara prinsip sudah, hanya tinggal proses pembayarannya,” ucapnya.
Lukman mengakui kebutuhan akomodasi pengelolaan sampah di Bangkalan tetap cukup besar. Berdasarkan kalkulasi pemerintah daerah, Kabupaten Bangkalan setidaknya memerlukan tujuh perangkat pengelolaan sampah agar persoalan sampah dapat tertangani secara menyeluruh.
Meski demikian, untuk tahap awal Pemkab Bangkalan konsentrasi menyelesaikan dua titik pengelolaan terlebih dulu sebelum nantinya dilakukan penambahan akomodasi lain.
“Kalau untuk penyelesaian sampah di Kabupaten Bangkalan perlu tujuh perangkat pengelolaan. Tapi kita fokuskan dulu nan dua ini agar jalan,” pungkasnya. [sar/kun]
13 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·