Ringkasan Berita:
- Permintaan air bersih menggunakan mobil tangki di Kabupaten Sampang meningkat saat musim tanam tembakau.
- Penyedia jasa air tangki mengaku kebanjiran pesanan dari petani di beragam wilayah.
- Keterbatasan pasokan air sumur membikin petani kudu membeli air untuk menyiram lahan.
- Harga satu tangki air berkapasitas sekitar 7.000 liter mencapai Rp120 ribu.
Sampang (beritajatim.com) – Memasuki musim tanam tembakau, permintaan pasokan air bersih menggunakan mobil tangki di Kabupaten Sampang mengalami peningkatan signifikan.
Tingginya kebutuhan air untuk penyiraman lahan tembakau membikin para penyedia jasa pengiriman air kebanjiran pesanan dari petani di beragam wilayah.
Lonjakan permintaan tersebut menjadi kejadian tahunan nan selalu terjadi saat musim tanam tembakau dimulai. Banyak petani memilih membeli air tambahan lantaran pasokan dari sumur maupun sumber air setempat tidak bisa memenuhi kebutuhan penyiraman tanaman secara maksimal.
Salah satu penyedia jasa air tangki di Sampang, Ahmad Basori, mengatakan bahwa jumlah pesanan meningkat drastis dibandingkan hari biasa. Bahkan, dalam beberapa hari terakhir, pengiriman air kudu dilakukan hingga malam hari untuk memenuhi permintaan pelanggan.
“Kalau musim tembakau seperti sekarang, pesanan memang melonjak tajam. Sebagian besar berasal dari petani nan memerlukan air untuk menyiram lahan tembakau,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, kebutuhan air untuk pertanian jauh lebih besar dibandingkan kebutuhan rumah tangga. Kondisi tersebut membikin antrean pengiriman tidak dapat dihindari, terutama saat banyak petani melakukan penyiraman secara bersamaan.
“Kadang pengiriman sampai malam lantaran pesanan sangat banyak. Bahkan ada nan kudu menunggu giliran hingga besok,” katanya.
Di sisi lain, petani tembakau mengaku terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air demi menjaga pertumbuhan tanaman. Hasan, petani asal Kecamatan Pangarengan, mengatakan pasokan air dari sumur miliknya tidak cukup untuk menyiram seluruh lahan nan ditanami tembakau.
“Air sumur ada, tetapi jumlahnya terbatas. Karena lahan cukup luas, kami kudu membeli air dari mobil tangki agar tanaman tetap mendapatkan pasokan air nan cukup,” ungkapnya.
Saat ini, nilai satu tangki air berkapasitas sekitar 7.000 liter mencapai Rp120 ribu. Meski biaya produksi bertambah, para petani tetap berambisi musim tanam tahun ini memberikan hasil nan baik.
“Kami berambisi nilai tembakau saat panen kelak dapat mengalami kenaikan sehingga bisa menutup biaya produksi nan semakin besar, termasuk pengeluaran untuk kebutuhan air selama masa tanam,” tutupnya. [sar/beq]
20 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·