Bupati Bangkalan Siapkan Penataan Pasar Tradisional dan Retribusi Digital untuk Tingkatkan Pelayanan

Sedang Trending 4 jam yang lalu

Ringkasan Berita:

  • Pemkab Bangkalan bakal menata pasar tradisional dan menerapkan sistem retribusi digital secara bertahap.
  • Digitalisasi retribusi melalui QRIS, ATM, dan metode pembayaran elektronik lainnya ditujukan untuk meningkatkan transparansi serta efektivitas pengelolaan pendapatan daerah.
  • Kepala pasar diminta memetakan kebutuhan dan persoalan di masing-masing pasar sebagai dasar penyusunan program pembangunan dan pengajuan anggaran.

Bangkalan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Bangkalan berencana melakukan penataan pasar tradisional sekaligus menerapkan sistem retribusi digital sebagai bagian dari upaya modernisasi pengelolaan pasar rakyat.

Langkah tersebut disiapkan untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat, memperbaiki tata kelola pasar, serta mengoptimalkan pendapatan daerah.

Rencana itu disampaikan Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, saat memberikan pengarahan kepada kepala pasar se-Kabupaten Bangkalan dalam rapat dan penandatanganan pakta integritas, Senin (9/6/2026).

Dalam arahannya, Lukman menilai sejumlah pasar tradisional tetap memerlukan pembenahan, baik dari sisi penataan pedagang, akomodasi pendukung, maupun kreasi area pasar. Ia menyoroti tetap adanya aktivitas perdagangan nan memanfaatkan area parkir dan badan jalan sehingga mengurangi kenyamanan pengunjung.

Menurutnya, penataan pasar kudu dilakukan secara berjenjang dengan mempertimbangkan kebutuhan pedagang dan kondisi di lapangan. Selain pembenahan fisik, pemerintah wilayah juga bakal mendorong modernisasi sistem pembayaran retribusi nan selama ini tetap dilakukan secara manual.

“Ke depan retribusi pasar kudu mulai diarahkan ke sistem digital. Bisa melalui QRIS, ATM, alias sistem pembayaran lainnya. Memang dilakukan bertahap, tetapi ini kudu mulai dipersiapkan,” kata Lukman.

Ia menjelaskan, digitalisasi retribusi tidak hanya bermaksud mempermudah pembayaran, tetapi juga meningkatkan transparansi dan efektivitas pengelolaan pendapatan wilayah dari sektor pasar.

Di sisi lain, Lukman mengakui pasar tradisional saat ini menghadapi tantangan besar akibat perubahan pola shopping masyarakat nan semakin banyak beranjak ke platform online. Karena itu, pasar rakyat dituntut melakukan beragam penemuan agar tetap diminati masyarakat.

“Kalau pasar mau ramai, akomodasi dan pelayanannya kudu baik. Harus ada daya tarik nan membikin masyarakat tetap memilih datang ke pasar,” ujarnya.

Untuk mendukung rencana tersebut, seluruh kepala pasar diminta memetakan kondisi pasar masing-masing, mulai dari kebutuhan sarana dan prasarana hingga persoalan nan dihadapi pedagang.

“Data itu bakal menjadi dasar penyusunan program pembangunan dan pengajuan anggaran ke pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat,” ucapnya.

Pemerintah Kabupaten Bangkalan berambisi langkah penataan dan digitalisasi ini dapat meningkatkan daya saing pasar tradisional, memperkuat pelayanan kepada masyarakat, serta mendukung peningkatan pendapatan original wilayah dari sektor perdagangan rakyat. [sar/suf]

Selengkapnya
Sumber Berita Jatim
Berita Jatim
↑